DEMAK||Jatenggayengnews.com_Kekecewaan mendalam dirasakan oleh sejumlah warga Trengguli yang terdampak oleh dugaan pencemaran limbah dari Yayasan Al Chalimi SPPG-MBG. Pertemuan mediasi yang digelar di balai desa setempat dinilai buntu dan gagal melahirkan solusi konkret yang berpihak pada kelestarian lingkungan serta kesehatan masyarakat.
Forum tersebut sebenarnya dihadiri oleh berbagai unsur penting demi mencapai mufakat. Mulai dari jajaran pemerintah desa, perwakilan pihak yayasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga perwakilan warga yang terdampak langsung. Masyarakat awalnya berharap momen ini menjadi titik terang, di mana pengelola yayasan memberikan penjelasan transparan sekaligus langkah nyata untuk menghentikan pembuangan limbah yang meresahkan.
Namun, harapan tersebut pupus setelah pertemuan usai. Menurut keterangan sejumlah warga, pihak pengelola belum bisa memberikan kepastian regulasi penanganan limbah yang jelas. Alhasil, warga pulang dengan tangan hampa tanpa adanya jaminan pemulihan lingkungan.
Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Dugaan pencemaran ini dilaporkan telah berdampak buruk pada ekosistem sekitar, terutama mencemari aliran sungai dan sumur-sumur air bersih yang menjadi sumber kehidupan harian warga. Jika terus dibiarkan tanpa penegakan aturan, dampak kesehatan jangka panjang kini membayangi warga Trengguli.






