Semarang||jatenggayengnews.com_Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menghadapi ancaman kekeringan yang mulai meluas di berbagai wilayah. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 6,8 juta liter air bersih telah didistribusikan ke 25 kabupaten/kota guna memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Bantuan tersebut telah menjangkau 61.139 kepala keluarga atau sekitar 184.643 jiwa, sebagai bentuk komitmen Pemprov Jateng dalam mengurangi dampak krisis air bersih yang terus meluas.
Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyampaikan bahwa dampak kemarau kini telah melanda 83 kecamatan di 148 desa, sementara 11 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.
Pemprov Jawa Tengah menegaskan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan di daerah terdampak agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih hingga musim kemarau berakhir.






