Yogyakarta Bersiap Sambut Pramuka Mancanegara Lewat PDT 2026

Yogyakarta ||jatenggayengnews.com – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta berencana kembali menggelar kegiatan Pengembaraan Desember Tradisional (PDT) 2026 pada penghujung tahun mendatang. Kegiatan tersebut akan mengusung rute Garis Imajiner Yogyakarta dengan lintasan sekitar 80 kilometer yang akan ditempuh para peserta.

Rencana penyelenggaraan PDT 2026 disampaikan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, usai melakukan audiensi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Senin (6/7) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Pertemuan tersebut bertujuan untuk meminta arahan sekaligus dukungan dari Pemerintah Daerah terkait pelaksanaan kegiatan.

BACA JUGA  Rutan Jepara Perketat Pengamanan Internal: Seluruh Pegawai Digeledah Tanpa Toleransi

Heroe menjelaskan, PDT 2026 dirancang tidak hanya melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga mengundang pramuka dari sejumlah negara. Dengan konsep tersebut, kegiatan diharapkan memiliki skala internasional sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antaranggota Pramuka dari berbagai latar belakang.

Menurut Heroe, Sri Sultan menyambut positif rencana tersebut dan memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik. Selain itu, Sultan juga menyampaikan sejumlah masukan agar peserta, khususnya yang berasal dari luar negeri, memperoleh kesempatan berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat Yogyakarta.

BACA JUGA  Panglima TNI: Peradilan Militer Kasus Suap di Basarnas Digelar Secara Terbuka

Salah satu usulan yang disampaikan adalah mengoptimalkan kegiatan di ruang terbuka serta memberikan kesempatan kepada peserta asing untuk menginap di rumah warga. Melalui konsep tersebut, diharapkan terjadi pertukaran budaya yang lebih alami sehingga mampu memperkuat rasa persaudaraan, memperkenalkan budaya lokal, sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.

Lebih lanjut, Heroe mengungkapkan bahwa jalur Garis Imajiner Yogyakarta dipilih karena memiliki nilai sejarah, budaya, dan filosofi yang kuat. Rute tersebut tidak hanya menjadi lintasan perjalanan, tetapi juga menggambarkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Oleh sebab itu, para peserta diharapkan tidak sekadar mengikuti pengembaraan, melainkan juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai-nilai budaya khas Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2