BEKASI || Jatenggayengnews.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program pembangunan pada Tahun Anggaran 2026 meskipun menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), melonjaknya harga material konstruksi, hingga keterbatasan anggaran daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, meminta seluruh perangkat daerah mempercepat pelaksanaan program pembangunan agar target pembangunan semester kedua dapat terealisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Arahan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Evaluasi di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat.
Menurut Asep, kondisi ekonomi yang dinamis tidak boleh menjadi alasan tertundanya pembangunan yang telah direncanakan. Ia menegaskan proyek-proyek strategis daerah harus tetap berjalan demi menjaga pelayanan publik dan percepatan pembangunan infrastruktur.
“Pembangunan harus berjalan dan tidak boleh berhenti. Seluruh perangkat daerah harus segera mengambil langkah agar program yang telah direncanakan bisa direalisasikan,” tegasnya.
Ia mengakui kenaikan harga BBM berdampak langsung pada biaya pelaksanaan proyek karena memengaruhi komponen dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Selain itu, kenaikan harga material konstruksi juga berpotensi mengurangi volume pekerjaan yang dapat dilaksanakan di lapangan. Namun demikian, pemerintah daerah berupaya mencari solusi agar pembangunan tetap berlangsung sesuai aturan.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Asep meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) segera melakukan pemetaan dan analisis terhadap seluruh proyek yang terdampak. Jika diperlukan penyesuaian anggaran maupun volume pekerjaan, proses tersebut harus segera dilakukan agar tidak menghambat pelaksanaan pembangunan.
Selain menghadapi kenaikan harga BBM dan material, Pemkab Bekasi juga harus menyiasati sejumlah keterbatasan fiskal yang muncul akibat efisiensi anggaran serta pengurangan alokasi dana dari pemerintah pusat. Kendati demikian, pemerintah daerah tetap bertekad menjaga keberlanjutan pembangunan demi kepentingan masyarakat.
Asep menargetkan seluruh proyek fisik sudah mulai berjalan pada awal Juli 2026. Ia meminta perangkat daerah mempercepat seluruh tahapan administrasi dan proses pengadaan yang masih berlangsung sehingga pekerjaan dapat segera dimulai.
“Saya ingin per 1 Juli pembangunan sudah mulai berjalan. Jangan sampai terlalu lama tertahan. Jika memang perlu dilakukan penyesuaian sesuai ketentuan, segera diselesaikan agar program yang sudah direncanakan bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.
Dengan target tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap pembangunan infrastruktur dan berbagai program prioritas daerah tetap berjalan optimal meskipun di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan biaya pelaksanaan proyek.






