Yogyakarta || jqtenggayengnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Djamari Chaniago, mengajak seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk terus menjaga iklim persaingan yang sehat dan kompetitif dalam menjalankan pembangunan. Menurutnya, kompetisi positif antar-daerah menjadi salah satu kunci percepatan kemajuan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Malam Apresiasi Anugerah Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar di Yogyakarta, Jumat (5/6/2026).
Dalam sambutannya, Djamari menilai capaian kinerja pemerintah daerah saat ini menunjukkan tren yang semakin merata. Hal itu terlihat dari perolehan nilai antar-daerah yang terpaut sangat tipis, menandakan meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan di berbagai wilayah.
“Saya lihat secara kuantitatif angkanya beda tipis saja. Artinya kita memiliki kemajuan yang sama dalam menjalankan kewajiban kepada bangsa dan negara. Iklim persaingan yang kompetitif seperti ini harus terus dipelihara agar menghasilkan kemajuan yang lebih besar,” ujar Djamari.
Menurutnya, penghargaan yang diterima daerah bukanlah garis akhir dari perjalanan pembangunan. Justru, penghargaan tersebut harus menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat inovasi pemerintahan.
“Ini bukan finish. Ini adalah titik awal untuk memperbaiki, mempertahankan, dan mengembangkan semua pencapaian yang telah diraih. Yang terpenting, kita harus terus meyakini bahwa semua yang kita kerjakan adalah untuk kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.
Penghargaan Jadi Pemacu Kinerja Daerah
Acara yang digagas oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat nasional, di antaranya Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto.
Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa penghargaan pemerintah daerah berprestasi tahun ini dilaksanakan secara terintegrasi di enam regional, yakni Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa-Bali, Maluku-Nusa Tenggara, dan Papua.
Menurut Tito, para pemenang akan memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas kinerja yang telah dicapai.
“Juaranya mendapatkan insentif fiskal. Ada empat kategori yang penilaiannya sangat terbuka dan objektif karena seluruh datanya berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS),” jelas Tito.
Sultan: Penghargaan Bukan Alasan Berpuas Diri
Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengingatkan bahwa penghargaan tidak boleh membuat pemerintah daerah merasa puas dan menghentikan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Sultan, esensi utama pemerintahan adalah pengabdian kepada rakyat yang harus terus dilakukan tanpa mengenal batas waktu.
“Pengabdian pada rakyat tidak berhenti sampai mendapatkan piagam penghargaan,” tegas Sri Sultan.
Dihadiri Kepala Daerah se-Jawa dan Bali
Malam Apresiasi Anugerah Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali dihadiri para gubernur, wakil gubernur, bupati, wali kota, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari wilayah Jawa dan Bali.
Turut mendampingi Menko Polkam dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Menko Polkam, Mochammad Hasan, beserta para deputi dan staf khusus di lingkungan Kemenko Polkam.
Ajang penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas capaian daerah, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya inovasi, kolaborasi, dan semangat kompetisi sehat dalam mewujudkan pemerintahan yang semakin efektif dan berdampak bagi masyarakat.






