Aksi Tanam Pisang Warnai Protes Jalan Rusak Blora

Blora || jatenggayengnews.com – Kekecewaan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Blora kembali mencuat. Warga Kecamatan Randublatung melakukan aksi simbolis dengan menanam pohon pisang di sejumlah titik jalan rusak di ruas Randublatung–Cepu, tepatnya di wilayah Wulung, Randublatung, Minggu (31/5/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan provinsi yang dinilai rusak parah dan hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai. Selain menanam pohon pisang, warga juga bergotong royong mendatangkan beberapa truk bermuatan material grosok untuk menutup lubang-lubang besar yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawasan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Randublatung. Sejumlah organisasi kemasyarakatan turut hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif, di antaranya Pemuda Pancasila (PP), GRIB Jaya, dan Squat Nusantara Kecamatan Randublatung.

BACA JUGA  Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Terjunkan 300 Personil Amankan Momen Coblosan di Sejumlah Titik

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa aksi tersebut lahir dari keresahan masyarakat yang selama ini harus menghadapi kondisi jalan yang membahayakan setiap hari.

“Jalan rusak tidak butuh komentar viral dan tidak butuh pencitraan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah perbaikan nyata,” ujarnya.

Menurutnya, gotong royong yang dilakukan warga merupakan bentuk kepedulian sekaligus sindiran terhadap lambannya penanganan kerusakan jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kami bergerak sendiri karena tidak bisa terus menunggu. Jalan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian warga,” tambahnya.

Ruas jalan Randublatung–Cepu merupakan jalur strategis di wilayah selatan Kabupaten Blora yang berstatus sebagai jalan provinsi. Jalur tersebut menjadi akses utama bagi masyarakat Randublatung dan Jati menuju Kecamatan Kedungtuban, Cepu, hingga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Selain digunakan oleh kendaraan masyarakat, ruas jalan tersebut juga menjadi jalur penting bagi kendaraan angkutan barang dan truk logistik yang melintas dari Kabupaten Grobogan menuju Cepu dan sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Gubernur Jawa Tengah, dapat segera meninjau langsung kondisi jalan di lokasi dan mengambil langkah konkret untuk mempercepat perbaikan.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Jalan yang layak sangat dibutuhkan untuk keselamatan pengguna jalan, kelancaran transportasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Blora Selatan,” pungkas warga.

Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu kepastian terkait jadwal perbaikan ruas jalan Randublatung–Cepu yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu keluhan utama warga di wilayah tersebut.

Gambar 1 Gambar 2