Pemerintah Siapkan CNG Gantikan LPG 3 Kg

Nasional38 Dilihat

JAKARTA || jatenggayengnews.com – Pemerintah mulai menyiapkan langkah alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi yang selama ini membebani keuangan negara. Salah satunya melalui pengembangan compressed natural gas (CNG) dalam tabung tiga kilogram sebagai pengganti LPG 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa inovasi ini tengah disiapkan dan ditujukan langsung untuk penggunaan dapur masyarakat.

“Untuk yang tiga kilogramnya ini baru mau dibuat. Dan ini ongkosnya lebih murah 30 sampai 40 persen,” ujarnya.

BACA JUGA  Polres Probolinggo Kota Ungkap Kasus Dugaan Korupsi, Mantan PJ Kepala Desa Diamankan

Menurutnya, penggunaan CNG berpotensi memberikan penghematan signifikan, baik bagi negara dalam menekan subsidi energi maupun bagi masyarakat dalam mengurangi biaya kebutuhan sehari-hari.

Secara teknis, CNG merupakan gas alam yang dikompresi hingga tekanan tinggi sekitar 200–250 bar, dengan kandungan utama metana dan etana. Gas ini dikenal lebih bersih dan relatif ramah lingkungan dibandingkan LPG, serta disimpan dalam tabung khusus berstandar keamanan tinggi.

BACA JUGA  Program Rumah Subsidi untuk Guru, Puluhan Ribu Unit Rumah Siap Huni di Seluruh Indonesia

Pemerintah sendiri telah mulai mengimplementasikan penggunaan CNG di sejumlah sektor seperti hotel, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis.

Namun demikian, pengembangan CNG masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada aspek infrastruktur distribusi dan kesiapan teknologi. Selain itu, adaptasi masyarakat terhadap penggunaan energi baru juga menjadi perhatian.

Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 1,6 hingga 1,7 juta ton. Kekurangan tersebut selama ini ditutup melalui impor, yang membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga global.

BACA JUGA  Kelurahan Danukusuman Jadi Lokasi KBD Kodim Solo

Dengan pengembangan CNG berbasis sumber daya domestik, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar diversifikasi energi, termasuk pengembangan program bahan bakar alternatif seperti B50. Pemerintah menilai transisi energi kini tidak hanya menyasar sektor industri, tetapi juga mulai menjangkau kebutuhan rumah tangga masyarakat secara langsung.