JAKARTA || jatenggayengnews.com – Lembaga riset Center of Economic and Law Studies merilis temuan terkait ketimpangan ekonomi yang dinilai semakin ekstrem di Indonesia. Riset bertajuk Republik Oligarki itu mengungkap akumulasi kekayaan para pejabat negara, aparat penegak hukum, hingga anggota legislatif.
Berdasarkan proyeksi Celios untuk tahun 2025, total kekayaan kumulatif para menteri dalam Kabinet Merah Putih era Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mencapai sekitar Rp30,34 triliun.
Dalam daftar menteri terkaya versi riset tersebut, nama Widyanti Putri Wardana tercatat sebagai salah satu yang memiliki kekayaan terbesar. Selain itu, Maruarar Sirait juga masuk dalam jajaran pejabat dengan nilai aset tertinggi di kabinet.
Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menjelaskan bahwa temuan ini menunjukkan adanya konsentrasi kekayaan yang signifikan di kalangan elit negara.
“Riset ini menggambarkan bagaimana akumulasi kekayaan terjadi pada lingkaran kekuasaan, sehingga menimbulkan kesenjangan yang semakin lebar dengan kondisi masyarakat umum,” ujarnya dalam podcast Madilog Forum Keadilan yang tayang perdana pada 30 April 2026.
Acara tersebut dipandu jurnalis senior Darmawan Sepriyossa yang membahas secara mendalam hasil riset serta daftar pejabat dengan kekayaan terbesar di Indonesia.
Riset ini juga menyoroti kontras antara tingginya kekayaan para pejabat dengan kondisi kesejahteraan masyarakat. Celios menilai ketimpangan tersebut menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian serius dalam perumusan kebijakan ekonomi ke depan.







