Perhutani KPH Semarang Hadiri Rakor Ketahanan Pangan Sektor Polres Demak

SEMARANG || jatenggayengnews.com – Perum Perhutani KPH Semarang turut menghadiri rapat koordinasi (rakor) ketahanan pangan yang diselenggarakan di Polres Demak, Selasa (14/4/26). Kegiatan ini menjadi forum strategis lintas sektor dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Demak.

Rakor tersebut dihadiri Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Demak, Muhammad Mathori, perwakilan Dinas Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog Kancab Semarang, serta Administratur/KKPH Semarang, Misa Ekaristi, yang diwakili oleh Wakil Administratur/KSKPH Semarang, Andi Henu. Hadir pula perwakilan perbankan, antara lain BRI, Bank Mandiri, dan Bank BTN Cabang Demak.

Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, menyampaikan bahwa ketahanan pangan berkaitan erat dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

BACA JUGA  Simpan 0,94 Gram Narkotika Jenis Sabu, Pemuda Asal Pilangsari Ditangkap Jajaran Satuan Narkoba Polres Sragen

“Ketahanan pangan ini berkaitan langsung dengan stabilitas kamtibmas. Karena itu, perlu langkah bersama agar potensi gangguan akibat persoalan pangan dapat diantisipasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program ketahanan pangan yang telah dijalankan sejak 2025 kini memasuki tahap penguatan pada 2026 dan menjadi prioritas nasional. Polres Demak, lanjutnya, turut berperan aktif dalam mendukung percepatan swasembada pangan, khususnya pada komoditas jagung.

Dalam evaluasi yang disampaikan, terdapat tiga persoalan utama di lapangan. Pertama, masih banyak lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Data menunjukkan terdapat potensi lahan milik Polri sekitar 1.200 meter persegi, lahan pertanian sekitar 44,72 hektare, serta potensi lahan berdasarkan data Dinas Pertanian mencapai sekitar 2.362 hektare.

BACA JUGA  Dosen Magister Hukum USM Gelar Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Peterongan

Kedua, serapan hasil panen oleh Bulog yang masih rendah. Dari target 8.500 ton pada 2026, realisasi penyerapan baru mencapai 72 ton. Kondisi ini dinilai berdampak pada stabilitas harga dan kesejahteraan petani.

Melalui rakor tersebut, Polres Demak mendorong sejumlah langkah strategis, antara lain optimalisasi lahan tidur, penguatan koordinasi dengan Bulog untuk meningkatkan serapan hasil panen, serta percepatan akses permodalan melalui KUR.

Selain itu, edukasi dan pendampingan kepada petani juga dinilai penting, terutama dalam pengelolaan pembiayaan dan penerapan teknologi pascapanen guna mengatasi kendala teknis, seperti pengeringan kadar air jagung.

Kapolres berharap sinergi lintas sektor yang terbangun dalam rakor ini dapat menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan produksi jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Demak.

BACA JUGA  Jumat Curhat Polres Kendal, Warga Minta : Polisi Patroli Sampai Jalan Desa-desa

“Kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Administratur/KSKPH Semarang, Andi Henu, menyampaikan bahwa peran Perhutani tidak hanya sebagai pengelola hutan negara, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk program Asta Cita dalam swasembada pangan.

“Perhutani siap berperan aktif dalam mendukung program tersebut, khususnya terkait ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kawasan hutan yang dikelola Perhutani memiliki potensi besar untuk mendukung program swasembada pangan, terutama melalui pola kerja sama yang melibatkan masyarakat sekitar.

“Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi dari hasil pertanian, tetapi juga turut menjaga kelestarian hutan,” pungkasnya. (Kom-PHT/Smg/Noe)