PATI || jatenggayengnews.com – Jembatan penghubung Desa Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, dengan wilayah Donorojo, Kabupaten Jepara, akhirnya mendapat perbaikan sementara. Jembatan yang berada di Dukuh Lendoh tersebut sebelumnya putus akibat diterjang banjir pada pertengahan Januari 2026.
Putusnya jembatan berdampak besar terhadap aktivitas warga, termasuk para pelajar asal Desa Wedusan yang menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Donorojo, Jepara. Mereka terpaksa tidak masuk sekolah karena harus memutar dengan jarak yang jauh.
Selain warga setempat, pengguna jalan dari luar kecamatan yang biasa melintas juga mengaku prihatin atas kondisi jembatan yang menjadi akses vital penghubung dua kabupaten tersebut.
Pejabat Kepala Desa Wedusan, Eko Sudiharto, menjelaskan bahwa putusnya jembatan Dukuh Lendoh sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat.
“Akibat jembatan putus, akses warga sangat terganggu, baik untuk sekolah, bekerja, maupun kegiatan ekonomi lainnya,” ujar Eko.
Sejumlah warga bahkan berharap adanya perhatian dari pemerintah pusat agar dibangun jembatan permanen yang lebih kokoh dan aman.
Sementara itu, puluhan personel Polresta Pati meninjau langsung kondisi jembatan putus di Desa Wedusan pada Jumat (6/2/2026). Petugas mengamati jembatan darurat yang saat ini digunakan warga, yang masih terbuat dari bambu.
Kapolsek Dukuhseti, AKP Ali Mashuri, menyatakan pihaknya akan segera melaporkan kondisi tersebut kepada Kapolresta Pati agar mendapat penanganan lebih lanjut.
“Memang jembatan Dukuh Lendoh ini sangat dibutuhkan warga dua kabupaten, karena merupakan akses perbatasan antara Pati dan Jepara,” tegas AKP Ali Mashuri.
Ia berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan demi kelancaran dan keselamatan aktivitas masyarakat.
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






