foto: ASN Dispusip Padang Bahu-membahu Pulihkan Wilayah Pascabencana
PADANG || jatenggayengnews.com – Bencana banjir bandang di Tabing Banda Gadang, Kota Padang, meninggalkan puing dan lumpur yang merusak rumah serta lingkungan warga. Namun, kepedulian menjadi cahaya di tengah duka saat pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang bergandengan tangan dengan masyarakat untuk membersihkan sisa lumpur, menyingkirkan kayu dan puing, serta menata kembali rumah dan lingkungan terdampak.
Kepala Dispusip Kota Padang, Heriza Syafani, menegaskan bahwa kegiatan gotong royong ini bukan sekadar kerja bakti, tetapi wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah warga.
“Kami tidak hanya datang membawa peralatan, tetapi juga membawa kepedulian. Warga yang terdampak tidak boleh merasa sendirian. Kami ingin memastikan bahwa setiap tangan yang terulur hari ini menjadi kekuatan bagi mereka untuk bangkit kembali,” ujar Heriza Syafani, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, bencana ini mengingatkan pentingnya solidaritas sosial. “Saat bencana datang, banyak yang hilang: harta benda, tempat tinggal, bahkan rasa aman. Namun ada satu hal yang tidak boleh hilang, yaitu rasa saling peduli. ASN harus hadir tidak hanya sebagai abdi negara, tetapi juga sebagai sesama manusia yang merasakan duka korban,” lanjut Heriza.
Ia juga menyampaikan harapannya bagi warga terdampak. “Semoga kegiatan ini meringankan beban saudara-saudara kita. Langkah kecil yang kita lakukan bersama hari ini akan menjadi pijakan besar untuk Padang bangkit kembali,” tutupnya.
Melalui gotong royong ini, anak-anak kembali dapat bermain di halaman yang mulai bersih, dan orang tua merasa didampingi saat memulai pemulihan rumah mereka. Bencana memang menguji, namun kebersamaan membuktikan bahwa Padang tidak menghadapi musibah sendirian.






