Mahasiswa Ancam Bom 10 Sekolah di Depok

Nasional440 Dilihat

JAKARTA || jatenggayengnews.com — Seorang mahasiswa berinisial H (23) ditangkap polisi setelah melakukan aksi teror ancaman bom terhadap 10 sekolah di wilayah Depok, Jawa Barat. Aksi tersebut dilakukan dengan mengirimkan email ancaman yang mencatut nama seorang perempuan bernama Kamila Hamdi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok, Kompol Made Oka, menjelaskan bahwa motif pelaku dilatarbelakangi rasa sakit hati akibat penolakan lamaran. “Motif dari tersangka untuk melakukan peneroran ataupun tindak pidana ini adalah tersangka merasa kecewa karena lamarannya ditolak oleh keluarga Kamila Hamdi,” ujar Made Oka di Jakarta, Jumat.

Menurut Made Oka, H dan Kamila sempat menjalin hubungan asmara pada 2022, namun hubungan tersebut telah berakhir. Sejak putus, tersangka disebut kerap melakukan berbagai bentuk teror, tidak hanya kepada Kamila, tetapi juga ke sejumlah kampus.

BACA JUGA  Polres Grobogan Gowes Ke Sendang Coyo

“Banyak juga order fiktif ataupun makanan fiktif yang dikirimkan ke rumah Kamila, padahal yang bersangkutan ataupun keluarganya tidak ada memesan makanan,” kata Made Oka.

Polisi menduga, rangkaian aksi tersebut dilakukan tersangka untuk menarik perhatian Kamila setelah hubungannya berakhir. “Sampai akhirnya tersangka melakukan teror yang memang menjadi perhatian kita semua, yaitu meneror 10 sekolah di wilayah Polres Metro Depok,” ujarnya.

BACA JUGA  Chalwani : Pasangan Luthfi Yasin itu seperti Bung Karno dan Bung Hatta

Dalam penyelidikan, polisi juga menemukan bahwa H sengaja membuat akun palsu untuk mencatut identitas Kamila sebagai pengirim email ancaman. “Tersangka H ini juga membuat akun-akun medsos palsu yang menjelek-jelekkan Kamila dan juga keterangan dari tersangka bahwa memang yang bersangkutan membuat email, akun Instagram, akun Facebook mengatasnamakan Kamila,” tutur Made Oka.

BACA JUGA  Club Motor Sukoharjo Dukung Kapolda Jateng Maju Pilgub

Kasus ini masih terus dikembangkan guna memastikan seluruh rangkaian perbuatan tersangka, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan insiden teror lainnya, seperti dikutip dari Media Indonesia, Sabtu (27/12/2025) siang.

Gambar 1 Gambar 2