MAGELANG || jatenggayengnews.com — Hembusan angin kencang melanda wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dan sebagian wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada akhir Oktober hingga awal November 2025. Akibatnya, ratusan rumah warga mengalami kerusakan, serta sejumlah pohon tumbang menimpa bangunan dan fasilitas umum.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa di Kabupaten Magelang, 136 rumah rusak ringan dan satu fasilitas pendidikan turut terdampak.
“Sedikitnya 136 rumah mengalami kerusakan ringan dan satu fasilitas pendidikan turut terdampak. Saat ini, situasi telah kembali kondusif,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (2/11/2025).
Wilayah terdampak di Magelang meliputi Desa Ngampeldento, Desa Purwosari, dan Desa Banjarharjo di Kecamatan Salaman, serta Desa Sutopati di Kecamatan Kajoran.
Tidak hanya Magelang, angin kencang juga menerjang Kabupaten Sleman, DIY, pada Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.
“Lokasi terdampak meliputi Kecamatan Ngaglik, Minggir, Gamping, dan Berbah. Sebanyak sebelas rumah mengalami kerusakan di bagian atap,” ungkap Abdul.
BPBD Sleman segera melakukan penanganan darurat, termasuk pembersihan pohon tumbang yang menimpa rumah warga.
Fenomena serupa juga dilaporkan di Kabupaten Gunungkidul, DIY, tepatnya di Desa Gading, Kepanewon Playen, pada Sabtu (1/11/2025) pukul 13.00 WIB.
“Atas kejadian ini, lima unit rumah dan satu fasilitas umum terdampak. BPBD bersama tim gabungan segera melakukan penanganan sesaat setelah kejadian,” jelasnya.
Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.
“Salah satunya melalui langkah mitigasi sederhana, seperti memangkas dahan pohon yang rimbun, memperkuat atap rumah, membersihkan saluran air agar tidak tersumbat, serta memantau prakiraan cuaca dari lembaga terkait,” pungkas Abdul Muhari.
Hingga Minggu sore, seluruh lokasi terdampak dilaporkan sudah dalam kondisi terkendali, sementara upaya perbaikan dan pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh BPBD setempat.






