Proyek Drainase Metro Diduga Asal-Asalan

Nasional344 Dilihat

METRO || jatenggayengnews.com Pembangunan infrastruktur drainase di Komplek Pemda, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, menuai sorotan tajam dari warga sekitar. Proyek dengan nilai kontrak Rp 991 juta yang bersumber dari APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2025 itu diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak memperhatikan kondisi lingkungan masyarakat.

Warga khawatir pembangunan yang menelan anggaran hampir miliaran rupiah tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal dan justru menimbulkan masalah baru.

Ketua RW setempat, Talman, mengungkapkan bahwa sejak proyek dimulai, masyarakat tidak pernah diberi penjelasan mengenai pelaksana kegiatan.
“Kami sejak awal tidak tahu siapa pemborongnya. Pengawas atau konsultan proyek pun tidak pernah terlihat di lapangan,” ujar Talman, Rabu (29/10/2025).

BACA JUGA  Polisi Obok-Obok Sukolilo Pati Buntut Bos Mobil Rental Tewas Dikeroyok, Sita 33 Motor Bodong

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Metro.
“Kami sudah beberapa kali menyampaikan keluhan karena khawatir pekerjaan drainase ini tidak sesuai harapan. Tapi sampai sekarang belum ada tanggapan serius dari pihak dinas,” tambahnya.

Sejumlah warga menilai pekerjaan drainase itu menyimpan banyak kejanggalan. Salah satunya adalah ketebalan dinding yang tidak merata antara satu sisi dengan sisi lainnya. Dinding drainase yang sudah dicor juga tampak bergelombang dan tidak rata, menimbulkan keraguan akan kualitas konstruksi.

BACA JUGA  Virall,Bacah kelas 1 SD di Grobogan 4nunya Sakit Gegara Dicabuli Gurunya

Menanggapi hal itu, Dayu, selaku Tim Teknis PUPR Kota Metro, berupaya menenangkan warga dengan menjelaskan bahwa proyek tersebut telah sesuai dengan perencanaan teknis.
“Kami yakin kedalaman galian dan kemiringan sudah sesuai dengan gambar kerja. Air akan mengalir dari belakang ke depan. Namun, untuk memastikan kembali, kami akan lakukan pengukuran ulang di lapangan,” kata Dayu.

Warga berharap pemerintah memberikan jaminan kualitas (garansi) terhadap hasil pekerjaan agar pembangunan drainase benar-benar menjadi solusi penanganan banjir di wilayah mereka.
“Kami hanya ingin pekerjaan ini dikerjakan dengan benar dan tidak menimbulkan masalah baru setelah selesai,” pungkas Talman.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2