JAKARTA || jatenggayengnews.com – Seorang pelapor bernama Martin membeberkan secara terbuka keterlibatan sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, Polda Riau, serta seorang oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek pengadaan yang melibatkan PT Hematech Nusantara.
Dalam keterangannya kepada media, Martin menyatakan bahwa saksi kunci telah mengungkapkan secara jelas nama-nama pejabat yang menerima aliran dana, termasuk dari jajaran tertinggi Pemprov dan Polda Riau, tanpa menggunakan bahasa isyarat atau istilah terselubung.
“Nama-nama para pejabat tinggi di kantor gubernur dan petinggi Polda Riau sudah kami tuangkan dalam laporan dan BAP saat memberikan klarifikasi ke pihak Kejati,” tegas Martin.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi berbagai bukti konkret, termasuk dokumen perjanjian fee 48% untuk marketing PT Hematech Nusantara, perjanjian penitipan dana kepada mediator, serta rekaman suara berisi percakapan soal aliran dana suap, yang juga menyeret nama seorang oknum dari BPK.
“Dalam rekaman tersebut, terdengar jelas bahwa oknum BPK menerima Rp50 juta untuk tutup mata terhadap temuan audit. Saya minta pihak Kejati memanggil dan memeriksa oknum BPK tersebut, bahkan kalau perlu dijadikan tersangka,” ujar Martin.
Martin juga menyampaikan bahwa laporan tersebut telah diproses secara serius oleh pihak Kejaksaan Tinggi Riau (Kejati Riau) dan dinilai sudah terang benderang dari segi hukum. Ia memperkirakan bahwa pemanggilan terhadap Direktur PT Hematech Nusantara, pejabat Dinas Pendidikan, serta para oknum dari instansi terkait akan dilakukan pada Senin mendatang.
Selain itu, ia menyatakan akan segera menyurati secara resmi Presiden RI dan Jaksa Agung RI agar memberi atensi khusus terhadap kasus ini guna menghindari kemungkinan perlindungan terhadap para terduga koruptor.
“Saya sangat berharap Bapak Presiden dan Bapak Kejagung memberi perhatian khusus dan respons cepat. Jangan sampai ada oknum yang bermain mata atau mencari keuntungan pribadi dari laporan ini,” tegasnya.






