KENDAL || jatenggayengnews.com – Ditengah panasnya warga demo karena galian C, AKP Nundarto diduga mencoreng citra Nama kepolisian pada Kamis malam dini hari 19 September 2025.
Kapolsek Kecamatan Mbrangsong Kabupaten kendal AKP Nundarto, digerebek oleh warga saat bersama wanita lain berinisial YN di sebuah rumahnya di daerah Desa Tungul sari Kabupaten Kendal, pada kamis malam jumat dini hari, Insiden ini memicu kemarahan warga dan langsung dilaporkan ke pihak kepolisian yang lebih tinggi.
AKP Nundarto sendiri masih aktif diresor Mbrangsong, sedangkan YN sendiri masih aktif sebagai Guru pengajar. Tragisnya momen Demo dikala panasnya warga Tungul sari menolak galian C, meraka membuat gaduh karna insiden dugaan pasal 279 KUHP dan pasal 284 KUHP.
Menurut keterangan beberapa warga, mereka telah mencurigai AKP Nundarto karena sering terlihat bersama YN yang bukan istrinya pada malam hari sekira pukul 12:00 WIB keatas, Setelah melakukan pemantauan, warga akhirnya menemukan bukti yang cukup pada kamis malam jumat pukul 02:15 WIB dan langsung menuju ke rumah tempat YN tempat menginap dengan AKP Nundarto.
“Saat kami tiba di rumah, kami sempat dikecoh sama YN selaku pemilik rumah yg mencoba menutupi dan menjawab jika tidak ada seorang pun, tapi warga tidak percaya karena melihat AKP Nundarto masuk dengan bawa motor Vario Nopol H 2710 BBD, salah satu warga yang mengrebek juga melihat AKP Nundarto didalam, warga pun menunggu diluar buat mengintai, disitulah selang beberapa lama AKP Nundarto keluar rumah lewat belakang, langsung warga rame rame mengamankan AKP Nundarto,” kata salah satu warga dalam keterangannya.
“Warga sangat menyayangkan kejadian tersebuat, disaat warga rusuh dan memanas, oknum tersebuat malam mencoreng citra kepolisian,” imbuh warga dengan kesal.
AKP Nundarto dan YN wanita tersebut kemudian diamankan oleh warga dan dilaporkan kepolres untuk penanganan lebih lanjut. awak media saat mengonfirmasi Kapolres Kendal atas tindak lanjut masih belum ada jawab seknifikan dikarenakan masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian yang lebih tinggi atau Propam telah mengambil penanganan kasus tersebuat.
“Kasus ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut dan masharakat mengharap akan ada pengambil tindakan tegas terhadap oknum polisi yang melanggar kode etik.
Insiden ini memicu kehebohan di kalangan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan tentang integritas aparat kepolisian.






