Pasar Raya Solo Tampilkan Ratusan Seniman dan UMKM Nusantara

Nasional198 Dilihat

Foto: Pasar Raya Solo Tampilkan Ratusan Seniman dan UMKM Nusantara

Surakarta || jatenggayengnews.com — Perhelatan Pasar Rakyat dan Budaya atau Pasar Raya secara resmi dibuka di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kota Surakarta, Jumat (1/8/2025). Acara ini akan berlangsung selama dua pekan, mulai dari tanggal 1 hingga 15 Agustus 2025, dan melibatkan ratusan pelaku seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebanyak lebih dari 200 seniman rupa, 70 kelompok seni pertunjukan, 61 band dari kalangan pelajar dan umum, serta 80 UMKM lokal turut meramaikan gelaran tahunan ini. Selain itu, 3 museum dan seniman dari 5 provinsi—yakni Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Banten, dan Kalimantan Tengah—juga berpartisipasi aktif.

BACA JUGA  Pastikan Aman dan Tertib Jelang Nataru, TNI Komsos Dengan Pihak Gereja

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, serta Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani.

Dalam sambutannya, Sekda Jateng Sumarno menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk nyata pelestarian budaya daerah yang berpadu dengan geliat ekonomi kreatif.

“Kota ini butuh banyak event agar masyarakat dan wisatawan betah berlama-lama. Kami sangat mengapresiasi komitmen para seniman dan budayawan yang terus menjaga warisan budaya,” ujar Sumarno di sela pembukaan acara.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyatakan kekagumannya atas penyelenggaraan event budaya ini. Menurutnya, Pasar Raya merupakan contoh ideal dari ekosistem seni yang hidup dan menyentuh langsung generasi muda.

BACA JUGA  TNI Hadiri Desiminasi Audit Kasus Stunting

“Saya harap taman budaya di daerah lain dapat meniru konsep ini. Ini adalah etalase penting bagi kebudayaan Jawa Tengah,” ungkap Fadli Zon.

“Saya sudah keliling ke lebih dari 100 negara, dan saya yakin kekayaan budaya Indonesia adalah yang paling luar biasa. Budaya harus menjadi pondasi jatidiri bangsa,” imbuhnya.

Kepala Taman Budaya Jawa Tengah, Suratno, menjelaskan bahwa gelaran Pasar Raya kali ini mengusung konsep yang lebih merakyat dan menyentuh sisi emosional pengunjung, salah satunya dengan menghadirkan 30 stan kuliner jadul (jaman dulu) yang menyajikan hidangan nostalgia dari berbagai daerah.

“Tahun ini kita sengaja tampilkan cita rasa masa lalu. Ini bukan sekadar pasar, tetapi ruang interaksi lintas generasi dan lintas budaya,” kata Suratno.

BACA JUGA  Pj Gubernur Tegaskan Kepala Daerah Bersinergi Jaga Situasi Kondusif Jelang Pemilu 2024

Selain menjadi bagian dari Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah, acara ini juga menjadi bentuk komitmen daerah dalam menjaga keberlanjutan ekosistem seni budaya di tengah arus modernisasi. Event ini terbuka untuk umum secara gratis, memberikan ruang hiburan sekaligus edukasi budaya bagi seluruh lapisan masyarakat.

Gambar 1 Gambar 2