SALATIGA || jatenggayengnews.com – Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, secara resmi membuka kegiatan Launching Program Salatiga SAKTI (Sanitasi Aman Kelurahan Terintegrasi dan Inklusif) di Balai Bhakti Praja, Kecamatan Sidorejo, pada Jumat (11/07/2025). Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan mitra strategis, termasuk Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas PUPR, Camat Sidorejo, Lurah Bugel, serta perwakilan dari KPP Pratama, Bank Jateng, BAZNAS, Koperasi Merah Putih, KSM, dan pihak terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Robby Hernawan menyampaikan bahwa Program Salatiga SAKTI merupakan wujud konkret dari misi Pemerintah Kota Salatiga untuk mewujudkan pengelolaan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Program ini juga masuk dalam salah satu prioritas pembangunan kota yang difokuskan pada percepatan capaian sanitasi aman secara terintegrasi dan inklusif.
“Program ini adalah langkah strategis dalam mengatasi permasalahan sanitasi yang selama ini belum maksimal. Kami ingin semua pihak berperan aktif demi mewujudkan lingkungan yang sehat, layak, dan aman bagi seluruh warga Salatiga,” ujar Robby Hernawan.
Program Salatiga SAKTI digagas oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Salatiga dan melibatkan lintas sektor, baik dari unsur pemerintahan, swasta, hingga masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas PUPR, Syahdani Onang, mengungkapkan bahwa kondisi capaian sanitasi di Kota Salatiga selama lima tahun terakhir masih perlu ditingkatkan secara signifikan.
“Data menunjukkan bahwa Kelurahan Kalibening menjadi wilayah dengan capaian sanitasi tertinggi, yaitu sebesar 23,16%. Namun, masih ada lima kelurahan dengan capaian sanitasi terendah seperti Kutowinangun Kidul, Blotongan, Tegalrejo, Dukuh, dan Bugel yang baru mencapai 0,8%,” jelas Syahdani Onang.
Melalui Program Salatiga SAKTI, pihaknya menargetkan capaian di kelurahan-kelurahan tersebut bisa meningkat minimal hingga 15% pada tahun 2025. Program ini juga dirancang untuk mendorong kolaborasi antara warga dan pemangku kepentingan agar tercipta sistem sanitasi yang berkelanjutan dan inklusif.
Acara launching ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama dari seluruh pihak yang terlibat, sebagai bentuk sinergi dalam mewujudkan sanitasi aman bagi seluruh masyarakat Kota Salatiga.






