Inti Bhuwana Esa: Menjaga Jati Diri Bali Lewat Bale Kantil Tradisional

Tentang Kami1026 Dilihat

Gianyar, Bali || jatenggayengnews.com– 22 Juni 2025 || Di tengah gempuran tren desain modern dan minimalis, sebuah usaha lokal di Gianyar justru tampil berbeda dengan mengangkat kembali warisan budaya arsitektur Bali. Usaha tersebut adalah Inti Bhuwana Esa, produsen furniture dan bangunan adat Bali yang didirikan oleh Akhmad, atau yang akrab disapa Kang Ibe.

Usaha ini fokus memproduksi berbagai jenis Bale Bali, dengan produk unggulan Bale Kantil atau Bale Lanjang—bangunan adat Bali yang memiliki fungsi utama sebagai tempat upacara adat dan keagamaan bagi masyarakat Hindu Bali. Meski berukuran relatif kecil, bangunan ini menyimpan nilai filosofis tinggi dalam struktur maupun fungsinya.

“Awalnya kami banyak memproduksi furniture untuk pasar ekspor. Namun sekarang fokus kami bergeser ke rumah kayu dan Bale Bali, karena saya merasa penting untuk ikut melestarikan budaya arsitektur tradisional Bali,” ujar Kang Ibe saat ditemui di showroom-nya di Jl. Raya Pering, Blahbatuh, Gianyar-Bali, Minggu (22/06/2025).

BACA JUGA  Prof Dr KH Sutan Nasomal SHH Klaem YLBH CCI Dorong Literasi Hukum untuk Mencerdaskan Anak Bangsa.

Produk-produk Inti Bhuwana Esa meliputi Bale Kantil, Bale Piasan, Bale Gedong, Bale Dangin, hingga pesanan furnitur custom. Harga produknya pun bervariasi, mulai dari kursi seharga Rp350 ribu hingga bangunan rumah kayu bernilai ratusan juta rupiah, tergantung desain dan material.

BACA JUGA  Bangkitkan Olahraga di Takalar, Bupati Takalar Hadiri Muskab PBSI Masa Bhakti 2025-2029

Yang membuat produk-produk ini istimewa bukan hanya dari sisi tampilan artistik, melainkan dari nilai tradisi yang melekat kuat. Pembuatan setiap Bale selalu mengacu pada prinsip Asta Kosala Kosali, yaitu panduan tata ruang dan bangunan dalam tradisi Bali yang bersumber dari ajaran Hindu dan filsafat Bali.

“Asta Kosala Kosali bukan hanya soal letak dan ukuran, tapi mencerminkan keharmonisan manusia dengan alam dan roh leluhur. Ini yang membuat Bale Bali tidak hanya indah, tapi juga sakral dan penuh makna,” terang Kang Ibe.

Dengan semakin banyaknya villa dan restoran yang mengadopsi nuansa tradisional Bali, usaha Kang Ibe pun kian diminati. Terbukti, showroom Inti Bhuwana Esa kerap didatangi pelanggan dari berbagai daerah yang ingin menghadirkan sentuhan Bali otentik pada bangunan mereka.

BACA JUGA  Akun Fufufafa Dikaitkan ke Gibran, Mahfud dan Feri: Jika Terbukti, Pemakzulan Jadi Keniscayaan

Melalui Inti Bhuwana Esa, Kang Ibe tak hanya menjalankan bisnis, tapi juga sebuah misi budaya: menjaga jati diri Bali melalui karya arsitektur yang berpijak pada warisan leluhur.(Aji)