Griya Batik Jogja Diresmikan Sebagai Pusat Pengembangan Batik Dunia

foto: Griya Batik Jogja Diresmikan Sebagai Pusat Pengembangan Batik Dunia

Yogyakarta || jatenggayengnews.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY secara resmi meluncurkan Griya Batik Jogja Kota Batik Dunia, yang akan berfungsi sebagai pusat pelestarian dan pengembangan seni budaya batik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran Griya Batik ini merupakan bentuk tindak lanjut dari pengakuan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia oleh World Craft Council (WCC) sejak tahun 2014.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Harian Dekranasda DIY, GKBRAyA Paku Alam, saat membacakan sambutan dari Ketua Dekranasda DIY, GKR Hemas, dalam acara soft launching yang digelar pada Sabtu (23/5) di kawasan Kemantren Kraton, Yogyakarta.

BACA JUGA  Anggota Kodim Grobogan Terima Penyuluhan Hukum

Dalam sambutannya, Gusti Putri menyampaikan bahwa predikat Kota Batik Dunia bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga amanah besar yang menuntut tanggung jawab nyata dalam konservasi, pelestarian, dan pemberdayaan batik baik sebagai warisan budaya maupun sebagai sektor industri.

“Predikat ini memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab untuk menjaga, mengembangkan, serta memberdayakan batik, baik sebagai bentuk seni maupun bagian dari industri kreatif,” ungkapnya.

BACA JUGA  Gelar Kirab Pemilu 2024, KPU di Grobogan Laksanakan Sosialisasi

Lebih lanjut, Gusti Putri menjelaskan bahwa Griya Batik Jogja akan menjadi ruang partisipatif bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengembangan budaya lokal, serta menjadi sarana edukasi tentang batik bagi publik, baik di tingkat lokal, nasional, hingga komunitas internasional.

“Griya Batik ini kami harapkan bisa menjadi wadah aspirasi masyarakat dan sekaligus membantu pemerintah daerah dalam mengedukasi berbagai lapisan masyarakat tentang batik,” tambahnya.

BACA JUGA  Diduga Lansir BBM, Mobil Hangus di Agam

Dengan keberadaan Griya Batik Jogja, Dekranasda DIY berharap dapat memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat budaya batik dunia yang tidak hanya mempertahankan nilai tradisional, tetapi juga relevan dalam dinamika global.

Gambar 1 Gambar 2