Satpol PP Rembang Tindak Cepat Aksi Vandalisme Bernada Kritik terhadap APBD

Satpol PP Rembang Tindak Cepat Aksi Vandalisme Bernada Kritik terhadap APBD.(foto:ist)

REMBANG || jatenggayengnews.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang bergerak cepat merespons adanya aksi vandalisme berupa coretan di sejumlah dinding yang menyinggung persoalan utang APBD senilai Rp 200 miliar. Tulisan-tulisan yang juga menyebut nama mantan Bupati Rembang, Abdul Hafidz, ditemukan di beberapa lokasi strategis, seperti di Perempatan Zaeni, sekitar Teras Kota, serta Jalan Kartini di dekat Kantor Dinas Kesehatan.

Coretan tersebut memuat kalimat bernada provokatif seperti, “Khafid Ed*an, Utang -200.m. APBD”, “Usud Utang -200m APBD”, dan “200m usut utang APBD”. Setelah informasi ini mencuat ke publik, Satpol PP segera mengirimkan tim ke lokasi untuk mengecek langsung dan mengumpulkan informasi terkait pelaku vandalisme.

BACA JUGA  Klarifikasi Soal Penggalangan Dana oleh Komite Sekolah: Perbedaan Bantuan, Sumbangan, dan Pungutan

Kepala Satpol PP Kabupaten Rembang, Sulistyono, menyampaikan bahwa selain menindaklanjuti laporan, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemilik bangunan untuk meningkatkan pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia menyebut bahwa coretan serupa ditemukan di beberapa lokasi lain, seperti timur Persimpangan Clangapan dan dinding samping Gereja Kristen Jawa.

BACA JUGA  Warga Tertipu Janji Palsu Oknum Loker RS di Grobogan

Berdasarkan kesepakatan dengan para pemilik bangunan, Satpol PP turut membantu proses pembersihan coretan tersebut dengan pengecatan ulang menggunakan warna serupa pada Jumat, 11 April 2025 pukul 11.00 WIB. Sulistyono memperkirakan aksi vandalisme itu dilakukan dalam dua hari terakhir dan hingga kini pelakunya masih dalam penyelidikan.

Camat Rembang, Abdul Rouf, memberikan pandangan bahwa meskipun vandalisme tidak dapat dibenarkan secara teknis, pesan yang disampaikan bisa jadi merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami defisit. Ia berharap kritik tersebut dapat disalurkan melalui cara yang lebih tepat.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2