Probolinggo || jatenggayengnews.com – Sebanyak 1.000 Kepala Keluarga (KK) di Desa Sumber Secang, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, telah hampir sebulan terisolasi akibat jembatan utama desa yang putus diterjang banjir besar. Hingga kini, warga belum mendapatkan solusi maupun bantuan konkret dari pemerintah.
Kepala Desa Sumber Secang, Sukron Waliyudin, menyampaikan bahwa kondisi ini telah melumpuhkan perekonomian warga dan menghambat aktivitas sehari-hari. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan desa dengan wilayah luar, sehingga tanpa jembatan, warga kesulitan menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
“Kami sudah menyampaikan secara lisan permasalahan ini kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, namun katanya karena adanya efisiensi anggaran atau dana tidak ada, bantuan yang diberikan tidak bisa maksimal. Sementara itu, pembangunan jembatan baru juga terhambat karena merupakan ranah milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujar Sukron Waliyudin. Rabu, 2/04/2025.
Selain itu, Sukron Waliyudin juga mengeluhkan mengapa desanya tidak didahulukan dalam penanganan, padahal jembatan yang putus di Desa Sumber Secang merupakan satu-satunya akses utama. Ia menyoroti bahwa ada desa lain yang lebih dahulu mendapatkan perhatian, meskipun desa tersebut masih memiliki jalan alternatif yang dapat digunakan. Hal ini dinilai tidak adil dan semakin memperparah kondisi keterisolasian warganya.
Warga juga berkomentar dan berharap adanya respon cepat dari pemerintah, baik dari tingkat kabupaten maupun provinsi, agar solusi dapat segera ditemukan. Kondisi keterisolasian ini tidak hanya berdampak pada perekonomian, tetapi juga menghambat akses warga terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.
“Kami sangat berharap ada perhatian lebih dari pemerintah provinsi maupun kabupaten agar segera ada solusi konkret. Jika dibiarkan terlalu lama, dampaknya akan semakin besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Warga Desa Sumber Secang kini menanti langkah nyata dari pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan tersebut, sehingga aktivitas dan kehidupan mereka dapat kembali berjalan normal.







