Proyek Drainase Rp117,9 Juta di Deli Serdang Ambruk, Diduga Asal Jadi

Peristiwa523 Dilihat

Proyek yang dipimpin oleh Hariadi Putra selaku Kepala Desa Sugiharjo dan dikerjakan oleh tim TPK Desa itu ambruk.

DELISERDANG||jatenggayengnews.com – Proyek pembangunan drainase senilai Rp117,9 juta di Dusun 2, Desa Sugiharjo, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, menuai sorotan tajam. Proyek yang dipimpin oleh Hariadi Putra selaku Kepala Desa Sugiharjo dan dikerjakan oleh tim TPK Desa itu ambruk parah dan retak sepanjang 20 meter, Rabu (15/1/2025).


Pengerjaan drainase yang masih berlangsung tersebut dinilai asal jadi oleh masyarakat setempat. Berdasarkan pantauan di lokasi, kualitas pengerjaan terlihat buruk dengan campuran cor-coran yang diduga kurang material. Bahkan, dinding drainase hanya terlihat menempel sehingga rawan kerusakan. Hal ini juga terekam dalam video yang diambil awak media.

BACA JUGA  Diduga Kurangi Takaran dan Kembalian, SPBU Kwanyar Rugikan Salah Satu Konsumen


Seorang warga sekitar, berinisial S, menyampaikan rasa kesalnya. “Anggarannya besar, tapi pengerjaannya asal-asalan. Drainase sepanjang 134 meter dengan lebar 1,3 meter dan tinggi 1 meter ini baru selesai, tapi sudah ambruk,” ujar warga dengan nada geram. Ia juga menyebut bahwa pagar rumah mantan kepala desa, Sunyoto, turut ambruk akibat pengerjaan proyek tersebut.

BACA JUGA  Mantan Kepala Sekolah SMP.N 3 Bunga Mayang Jadi Tersangka Korupsi Dana BOS


Sayangnya, meski kerusakan sudah dilaporkan oleh berbagai pihak, belum ada tindakan dari dinas terkait untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan. Saat beberapa kali didatangi, kepala desa Sugiharjo juga tidak ada di tempat pada jam kerja.


Masyarakat mendesak pihak terkait, termasuk Tipikor Polres Deli Serdang, Inspektorat Deli Serdang, Bupati Deli Serdang, dan Dinas Perkim, untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap Kepala Desa Sugiharjo.

Mereka meminta transparansi anggaran desa yang selama ini dianggap tidak jelas, serta pemeriksaan atas dugaan penyalahgunaan dana desa yang menyebabkan kerugian negara dan kekecewaan warga.

BACA JUGA  BNN Jateng Ungkap Jaringan Narkoba dan Selamatkan Ribuan Jiwa


Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat proyek yang seharusnya bermanfaat justru menambah kerugian dan memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran desa.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2