
presiden RI PRABOWO SUBIANTO
Jakarta||Jatenggayengnews.com – Pada Minggu (20/10/2024), Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik dalam acara megah yang dihadiri oleh 19 kepala negara serta 15 utusan khusus dari berbagai negara. Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan visi untuk masa depan Indonesia dengan komitmen kuat terhadap kesejahteraan rakyat dan kemandirian pangan.
Prabowo memulai dengan menyampaikan rasa syukur dan penghargaan kepada tamu internasional yang hadir. “Atas nama seluruh bangsa dan rakyat Indonesia, saya ucapkan penghargaan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua kepala pemerintah, kepala negara, dan perwakilan negara-negara sahabat yang hadir di sini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dalam menjalankan pemerintahannya, kepentingan rakyat akan selalu diutamakan. “Kami akan menjalankan kepemimpinan dengan tulus, mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilih kami,” ujarnya.
Menghadapi tantangan bangsa, Prabowo mengajak rakyat untuk optimis dan berani. “Kita paham bahwa kemerdekaan kita bukan hadiah, melainkan hasil pengorbanan yang sangat besar. Kita harus berani menghadapi tantangan, rintangan, dan ancaman yang ada di hadapan kita,” tegasnya.
Salah satu fokus utama Prabowo adalah pencanangan program swasembada pangan dan energi dalam 4-5 tahun ke depan. “Kita tidak boleh tergantung pada sumber makanan dari luar. Dalam keadaan genting, tidak ada yang akan mengizinkan barang-barang mereka untuk kita beli. Oleh karena itu, kita harus mencapai ketahanan pangan dan energi, serta siap untuk menjadi lumbung pangan dunia,” katanya dengan penuh semangat.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara semua elemen bangsa. “Mari kita bersatu untuk mencari solusi-solusi dari ancaman dan bahaya yang ada,” ajaknya.
Selain itu, Prabowo menyoroti masalah korupsi yang masih merajalela di Indonesia. “Kita harus berani mengakui bahwa terlalu banyak kebocoran dan penyelewengan anggaran. Ini membahayakan masa depan kita dan masa depan anak-anak kita,” ujarnya, menyerukan perlunya reformasi dalam pemerintahan dan penegakan hukum yang tegas.
Dalam konteks hubungan internasional, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan bersahabat dengan semua negara, namun tetap menolak segala bentuk penjajahan dan penindasan. “Kita harus menjadi bangsa yang solider dalam membela rakyat-rakyat yang tertindas di dunia ini, termasuk mendukung kemerdekaan rakyat Palestina,” tegasnya.
Mengakhiri pidatonya, Prabowo mengajak seluruh rakyat untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, melindungi kita semua dalam pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” pungkasnya, seraya menutup dengan seruan, “Merdeka!” yang disambut sorak-sorai para hadirin.







