Banjir Rob Tak Kunjung Teratasi Warga di Pesisir Demak Pasrah Hadapi Ancaman Pasang Surut Air Laut Tak Kenal Waktu

Advertorial576 Dilihat
wilayah pesisir Kabupaten Demak

Demak||jatenggayengnews.com-Banjir rob di wilayah pesisir Kabupaten Demak hingga kini tak kunjung teratasi, warga yang masih bermukim di wilayah tersebut pun pasrah.

Warga terdampak di wilayah pesisir Demak pun sudah terbiasa hingga sudah pasrah dengan kedatangan air laut yang sewaktu-waktu membanjiri kediaman mereka.

Tokoh masyarakat Dukuh Timbulsloko, Shobirin, menjelaskan bahwa pasang surut air laut yang tak menentu membuat warga terbiasa dengan situasi tersebut.

Dia mencontohkan, banjir biasanya meninggi pada malam hari dan surut pagi hari, namun pada Rabu 25/9/2024, banjir mulai meninggi sekitar pukul 05.00 WIB.

BACA JUGA  Ini Dia Kades Terpilih Dalam Pilkades Serentak di Kebumen

“Tadi besar jam limanan, subuh. Sekarang kecil,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu siang.

Sementara itu, kondisi banjir rob Desa Bedono, Kecamatan Sayung. Saat ini, terlihat sejumlah rumah warga pun sudah ditinggikan, meski demikian, tak jarang masih juga terendam ketika rob datang.

Menurut Nur Kholis, salah satu warga, banjir rob pada akhir-akhir ini terjadi pada dini hari. Namun, pada pagi hari biasanya sudah berangsur surut. Air laut yang pasang membuat warga was-was pada tengah malam. Mereka hanya pasrah dengan keadaan.

BACA JUGA  Jelang HUT Bhayangkara ke-78 Tahun 2024 Polres Kendal Baksos Bersihkan Tempat Ibadah

“Iya kalau kemarin-kemarin robnya sore yang sampai Jalan Pantura. Ini robnya kecil, biasanya malam hari air laut naik, cuma sebagian lokasi rendah yang tenggelam. Sini kan jalan sudah tinggi semua,” katanya.

Dia menceritakan, hingga kini, dirinya dan sejumlah warga lain sudah meninggikan rumah sekitar hingga satu meter dari kondisi bangunan awal. Bahkan, jalan desa yang dahulu tertutup banjir rob, kini sudah ditinggikan.

BACA JUGA  Pencopotan Banner Foto Capres Ganjar Pranowo di Lahan TNI Sesuai Prosedur Demi Jaga Netralitas

Warga hanya bisa pasrah dengan keadaan itu. Sebagian di antaranya memilih pindah dan meninggalkan kediaman. Mereka pun berharap, pemerintah cepat turun tangan, salah satunya bergerak untuk menanam mangrove.

 

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2