Inilah Jejak Kyai Turmudzi Saat Gugur di Pertempuran Lima Hari Melawan Jepang Demi Pertahankan Kemerdekaan

DEMAK || JATENGGAYENGNEWS.com – Kyai Turmudzi merupakan ulama yang ikut berjuang melawan penjajah di perbatasan Semarang-Demak dalam perang yang dikenal sebagai “Pertempuran 5 Hari” pasca kemerdekaan.

Awal mula Pertempuran 5 Hari di Semarang disebabkan oleh pasukan Jepang yang tidak menerima kekalahannya terhadap sekutu dan diproklamasikannya kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

“Salah satu Tokoh yang sampai sekarang masih diabadikan namanya yaitu Kyai Turmudzi, ia menjadi ulama yang juga ikut berperan langsung dalam perjuangan melawan penjajah,” tutur Ahmad Widodo, Pemandu Museum Glagah Wangi Dinas Pariwisata Demak.

Widodo juga menjelaskan, Kyai Turmudzi masuk dalam jajaran barisan AMPERA (Amanat Penderitaan Rakyat), yaitu gerakan rakyat yang membantu tentara dalam kemerdekaan Indonesia di Semarang.

BACA JUGA  Kejagung Akhiri Pendataan Program MBG

“Pada saat itu terjadi penyerbuan ke Semarang. Karena sekutu di Semarang menguasai, banyak sekali orang Demak khususnya para laskar-laskar pesantren membantu TKR pada jaman itu menuju ke Semarang,” jelasnya.

Kyai Turmudzi gugur dalam Pertempuran 5 Hari di Semarang tersebut. Ia meninggal di perbatasan Demak, tepatnya di Desa Sriwulan. Saat itu, Kyai Turmudzi sedang mengkoordinir anggotanya untuk mundur sementara. Ia menjadi benteng pertahanan untuk laskar-laskarnya.

BACA JUGA  Gelar Merdeka Run, Polres Purbalingga Rekatkan Hubungan dengan Komunitas dan Masyarakat 

Sayangnya, ketika satu-persatu anggotanya mulai meninggalkan lokasi peperangan, Kyai Turmudzi tertembak dari jauh dan tumbang.

Para laskar yang sudah mulai menjauhi medan perang, mendengar tembakan dan mengetahui bahwa Kyai Turmudzi gugur dalam Pertempuran 5 Hari di Semarang itu.

Selanjutnya, para laskar yang dipimpin oleh Kyai Turmudzi kembali ke lokasi di mana pemimpinnya gugur dan membawa jenazahnya.

Saat mengevakuasi jenazah Kyai Turmudzi , para laskar harus berlari untuk menghindari tembakan peluru dari banyak penjuru. Sholawat terus dikumandangkan sembari memegang erat tubuh Kyai Turmudzi.

Widodo mengatakan, dalam kejadian tersebut, meskipun dihujam peluru, para laskar yang menyelamatkan jenazah Kyai Turmudzi tidak ada satu pun yang tertembak dan berhasil membawa kembali sang Kyai.

BACA JUGA  Virall Polres Brebes Tanam Jagung 1Juta Hektar

“Sekarang namanya diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Demak, yaitu Jalan Kyai Turmudzi,” pungkasnya. (Lu2k/red)

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2