Gotong Royong Pembangunan Jembatan Darurat Penghubung Desa Tengger dan Desa Ukir Kecamatan Sale Rembang

REMBANG || jatenggayengnews.com – Jembatan penghubung antara Desa Tengger dan Desa Ukir, Kecamatan Sale Rembang, yang dahulu dibangun melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), kini telah mengalami kerusakan parah. Jalan ini menjadi akses vital bagi beberapa desa, seperti Desa Pakis dan Desa Rendeng, serta masyarakat dari Dukuhan Kalijambe dan Dukuh Jurang Banteng.

Meskipun jalan tersebut pernah dibangun melalui TMMD, namun seiring berjalannya waktu, kerusakan telah membuatnya tidak lagi layak untuk dilalui. Menyadari pentingnya akses ini bagi kegiatan sehari-hari, masyarakat dari Dukuhan Kalijambe dan Dukuh Jurang Banteng bersatu dalam semangat gotong royong di pimpin oleh Sekretaris Desa Ukir (Mukrim), Sabtu (09/03/2024).

Inisiatif ini diprakarsai oleh perangkat Desa Ukir, terutama Sekretaris Desa (Mukrim).

BACA JUGA  Diduga Jadi Gudang Solar Ilegal, Aktivitas Mencurigakan di Blora Terungkap

Masyarakat dengan sukarela turun tangan, bersama-sama membentuk tim gotong royong untuk membangun jembatan darurat yang dapat menghubungkan Desa Tengger dan Desa Ukir.

“Ini dulunya dibangun melalui program TMMD, tapi sudah lama rusak. Mengingat pentingnya jembatan ini untuk warga, jadi kami berinisiatif untuk bergotong royong membangun jembatan darurat dari bahan-bahan material seadanya supaya masyarakat bisa menggunakan dan beraktivitas melalui jembatan ini,” terangnya.

BACA JUGA  Ketua PMI Grobogan Lantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Masa Bakti Tahun 2024-2029

Proses pembangunan melibatkan warga setempat, yaitu dari Dukuhan Kali Jambe dan juga Jurang Banteng, tetapi juga mendapat dukungan dari perangkat desa ukir dan tokoh masyarakat setempat, Semangat gotong royong terasa kuat, memperkuat rasa kebersamaan antarwarga dari berbagai desa yang terdampak.

Sekdes Pak Mukrim, sebagai koordinator kegiatan, menyampaikan harapannya bahwa jembatan darurat ini dapat memberikan bantuan signifikan bagi masyarakat setempat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, ia juga menyoroti urgensi bantuan dari pihak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk membangun jembatan permanen yang lebih kokoh dan aman.

BACA JUGA  Gempar! Puluhan Warga Salatiga Tertipu Skema Investasi WPONE, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

“Warga berharap agar pemerintah daerah dan pihak yang berwenang dapat segera merespons dan memberikan perhatian serius terhadap kondisi jembatan ini. Dengan gotong royong sebagai contoh semangat kebersamaan, masyarakat berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua,” Pungkasnya. (Aji Tegaldowo)

Gambar 1 Gambar 2