BOYOLALI || jatenggayengnews.com – Kongres ke-01 Relawan Dalang Wartoyo Wonge Ganjar (DWGP) yang diselenggarakan di kantor sekertariat DPP DWGP, di Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Sabtu (23/12/2023) dihadiri oleh perwakilan Koordinator Daerah dan Koordinator Kabupaten Kota Seindonesia.
Peserta yang berjumlah ratusan yang hadir merupakan perwakilan dari koordinator Provinsi dan Kabupaten kota dari 32 provinsi, ditambah organisasi relawan lainnya seperti, RIMA, JARI TANGAN, GANJARIST, SEGAR, TPN dan masih banyak yang lainya, selain konsolidasi bersama relawan lain pengusung Ganjar-Mahfud kongres ini juga sebagai bentuk penyatuan tekad sekaligus menunjukkan kepada Masyarakat bahwa semakin hari dukungan kepada Ganjar-Mahfud semakin tidak terbendung.
Seperti penjelasan yang disampaikan oleh ketua umum DWGP (Gondo Wartoyo) bahwa kongres DWGP ke-1, sebagai sarana silaturahmi dan pembahasan penguatan strategi pemenangan untuk Ganjar-Mahfud 2024.
“Kongres DWGP ke-1 ini kita mengundang seluruh perwakilan pengurus korda dan korKab seluruh Indonesia di 32 Provinsi serta organ-organ Relawan Ganjar lain untuk bersilaturahmi antar anggota DWGP dan organ relawan Ganjar yang lain serta mematangkam langkah kita kedepan dalam memenangkan Ganjar-Mahfud di kontestasi Pilpres di 2024 ini” terangnya
“Dalam kongres ini kita akan tampung masukan-masukan dari bawah, tentang kendala dan apa yang musti dilakukan untuk bisa menarik simpati masyarakat untuk memilih Ganjar-Mahfud di 14 Februari mendatang,” imbuhnya.
Selain pertemuan dan pembahasan didalam kongres DWGP ke-1 ini, berbagai macam kegiatan sosial seperti pengobatan gratis untuk masyarakat sekitar, nantinya juga dipentaskan ketoprak humor oleh anggota DWGP, atraksi sulap dari pesulap beken (Tedy Lauchi) juga hiburan musik campursari oleh peserta kongres yang mayoritas pelaku seni, serta hidangan gratis berupa angkringan yang disediakan oleh DWGP.
Dalam kongres kali ini, hadir juga Srikandi Ganjar serta Ketua Tim Pemenangan Muda (TPN) Ganjar yang sangat mengapresiasi atas terselenggaranya Kongres DWGP Ke-1 yang notabennya adalah penguatan tim pemenangan Ganjar dari jalur pelaku seni, yang pada dasarnya pelaku seni adalah pondasi atau dasar dari sebuah kelestarian budaya.
“Kami menyakini seni dan segala intrumens yang ada didalamnya adalah sebuah fondasi yang menjadi dasar budaya kita, jadi dengan kuatnya dan lestarinya seni budaya itu yang menjadi tolak ukur kokohnya fondasi dasar bangsa Indonesia,” tegasnya.
Ikhwan juga mengharapkan, kegiatan ini selain bisa memotivasi dan menguatkan barisan pendukung Ganjar-Mahmud yang tentunya adalah sosok yang sangat terbuka dan merangkul semua kalangan, tidak hanya orang-orang pada level atas, namun juga merangkul akar rumput masyarakat paling bawah, juga petani, UMKM, nelayan , buruh, para pelaku seni, pengrajin, serta tokoh masyarakat dan Ulama.
“Saya selaku ketua dari tim pemenangan muda ingin mengajak dan meyakinkan keterlibatan semua pihak khusunya generasi muda dari latar belakang apapun untuk bisa lebih banyak lagi berbicara mengenai isu kepemudaan dan isu strategis disekitarnya. Apapun permasalahan yang ada perlu diutarakan dan didiskusikan, jadilah generasi muda yang produktif yang kreatif demi menyongsong Indonesia Emas dibawah kepemimpinan Ganjar-Mahfud nanti,” Pungkasnya. (Aji)






