Mayat Pria Misterius Ditemukan di Bendungan Sengguruh

Peristiwa366 Dilihat

MALANG || jatenggayengnews.com — Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan mengapung di depan pintu Bendungan Sengguruh, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (30/11/2025) pagi. Penemuan tersebut langsung menarik perhatian warga sekitar.

Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang satpam Jasa Tirta yang sedang berpatroli sekitar pukul 07.30 WIB. Satpam mencium aroma tidak sedap dan melihat tubuh manusia mengambang di bawah pintu bendungan, kemudian segera melaporkannya ke pihak kepolisian.

“Petugas dari Pamapta Polres Malang bersama Polsek Kepanjen mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban dan melakukan pengamanan awal di sekitar TKP,” ujar Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, Minggu (30/11/2025).

BACA JUGA  Miriss Suami Aniaya Istri, Mata Pecah – Leher Disayat

Petugas kemudian berkoordinasi dengan BPBD dan SAR Kabupaten Malang untuk mengevakuasi jenazah. Korban dibawa ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen guna pemeriksaan lebih lanjut.

Korban diketahui laki-laki dan memiliki beberapa tato mencolok, antara lain tulisan “STAY YOUNG WILD AND FREE” di dada, gambar mawar, borgol, dan angka romawi I.V.IXIX di lengan kiri, serta tato bertuliskan “singo” dan “edan” pada jari-jarinya. Saat ditemukan, korban mengenakan celana jeans biru tanpa pakaian atasan.

BACA JUGA  Tragiss!! Pulang dari Masjid, Pria di Deli Serdang Jadi Korban Upaya Pembunuhan

“Proses identifikasi masih berlangsung. Jika masyarakat merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri yang sama, dipersilakan menghubungi Polres Malang,” tambah Bambang.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Kepolisian masih mendalami penyebab kematian dan asal-usul korban melalui penyelidikan lebih lanjut.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Beri Penghormatan di Monumen Pahlawan Tiananmen, China

“Meski tidak ditemukan indikasi kekerasan, kami tetap menyelidiki secara menyeluruh,” tegas Bambang.

Pihak kepolisian juga telah memeriksa saksi yang pertama kali menemukan korban dan terus mendalami dugaan penyebab kematian serta identitas korban.

“Kami memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan profesional dan setiap perkembangan akan kami sampaikan,” tutup Bambang.