JAMBI || jatenggayengnews.com – Wafatnya dokter internship Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, dr. Myta Aprilia Azmy, menjadi sorotan luas publik setelah mencuat dugaan beban kerja berlebih hingga perundungan selama masa tugasnya.
Almarhumah diketahui menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. Ia sempat dirawat di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 1 Mei 2026.
Kasus ini menjadi perhatian setelah beredarnya pernyataan resmi dari Ikatan Alumni FK Unsri di media sosial yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI. Dalam pernyataan tersebut, disebutkan adanya dugaan beban kerja yang tidak manusiawi selama masa internship.
“Adanya beban kerja yang tidak manusiawi, hingga tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD, serta pembiaran dokter internship bekerja tanpa supervisi dokter definitif,” tulis pernyataan tersebut.
Ikatan Alumni juga menilai kondisi tersebut bertentangan dengan ketentuan Kementerian Kesehatan, yang menegaskan bahwa dokter internship berstatus peserta program, bukan tenaga kerja tetap rumah sakit.
Selain itu, muncul dugaan adanya pengabaian kondisi kesehatan almarhumah. Disebutkan, dr. Myta tetap diminta bertugas meski dalam kondisi sakit, termasuk saat mengalami sesak napas berat dan demam tinggi.
“Bahkan ditemukan fakta adanya saturasi oksigen yang menyentuh angka 80 persen sebelum akhirnya mendapatkan pengobatan yang layak,” lanjut pernyataan tersebut.
Tidak hanya itu, kasus ini juga memunculkan dugaan adanya perundungan verbal di lingkungan kerja. Ikatan Alumni FK Unsri menyebut terdapat indikasi tekanan mental terhadap dokter internship, termasuk penggunaan narasi yang merendahkan.
“Terjadi narasi gaslighting yang menyerang mentalitas dokter internship, seperti menyebut generasi Z lembek saat menyuarakan hak dasar kesehatan,” tulisnya.
Hingga saat ini, Ikatan Alumni FK Unsri mendesak Kementerian Kesehatan untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan pengawasan di lokasi internship tersebut.
Sementara itu, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi atas dugaan yang beredar. Kasus ini kini menjadi perhatian publik sebagai pengingat pentingnya perlindungan terhadap tenaga medis muda dalam menjalankan tugasnya.







