PATI || Jatenggayengnews.com – Kesigapan jajaran Polresta Pati kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Berawal dari laporan warga melalui layanan darurat Kepolisian 110, petugas gabungan bergerak cepat menangani tumpahan oli yang membahayakan pengguna jalan di Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di depan Bank Jateng Cabang Pati hingga kawasan Ruko Stasiun Puri, Desa Puri, Kecamatan Pati, Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 18.10 WIB.
Tumpahan oli sepanjang kurang lebih 25 meter tersebut sempat menyebabkan seorang pengendara sepeda motor terjatuh akibat kondisi jalan yang licin. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam insiden tersebut.
Berdasarkan informasi di lapangan, tumpahan oli diduga berasal dari sebuah truk yang mengalami kebocoran saat melaju dari arah barat menuju timur. Menyadari kondisi jalan yang membahayakan, warga segera melaporkan kejadian itu melalui layanan darurat 110.
Mendapat laporan tersebut, personel gabungan dari Polsek Pati, Satlantas, Samapta, piket siaga Polresta Pati, serta Pamapta langsung diterjunkan ke lokasi. Petugas segera melakukan pengamanan area, pengaturan arus lalu lintas, serta pembersihan jalan guna mencegah kecelakaan lanjutan.
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan masyarakat demi menjamin keselamatan pengguna jalan.
“Kami segera mengirim personel ke lokasi setelah menerima laporan. Prioritas utama adalah mengamankan area dan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan yang lebih besar akibat jalan licin,” ujar Kapolresta.
Menurutnya, tumpahan oli di badan jalan merupakan ancaman serius, khususnya bagi pengendara roda dua yang rentan kehilangan kendali.
Selain melakukan pengamanan, petugas juga membersihkan jalan menggunakan truk tangki air milik Satuan Samapta Polresta Pati. Pembersihan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan permukaan jalan kembali aman dilalui masyarakat.
“Penanganan dilakukan secara terpadu. Personel Samapta membersihkan jalan, sementara anggota Satlantas dan Polsek mengatur lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar,” jelasnya.
Dari hasil pengecekan, kendaraan yang diduga menjadi sumber tumpahan oli sudah tidak berada di lokasi saat petugas tiba. Meski demikian, kepolisian masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kendaraan tersebut.
Sekitar 40 menit setelah proses penanganan berlangsung, kondisi jalan berhasil dipulihkan dan kembali aman digunakan. Arus lalu lintas yang sempat diatur juga kembali normal tanpa hambatan berarti.
Kapolresta Pati mengimbau seluruh pengemudi kendaraan angkutan barang maupun cairan agar rutin memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan.
“Pemeriksaan kendaraan secara berkala sangat penting untuk mencegah kebocoran dan potensi kecelakaan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat Kepolisian 110 apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun keamanan masyarakat.
Apresiasi terhadap respons cepat kepolisian disampaikan oleh Ubey, warga Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo. Ia mengaku salut atas kesigapan personel Polresta Pati yang langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polresta Pati dan Polsek Pati yang bergerak cepat menangani kejadian ini. Berkat respons yang sigap, tumpahan oli yang membahayakan pengguna jalan dapat segera diatasi sehingga tidak menimbulkan korban lebih banyak,” ujarnya.
Menurut Ubey, layanan darurat 110 sangat membantu masyarakat dalam melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan segera dari kepolisian.
“Ketika ada kondisi darurat seperti ini, laporan langsung direspons dan petugas segera datang ke lokasi. Semoga pelayanan cepat dan responsif seperti ini terus dipertahankan,” pungkasnya.






