MBG Disebut Bakal Diurus Kantin Sekolah, Mirip Pembagian Makan Siswa yang Diterapkan Jepang

Jatim||Jatenggayengnews.com-Sebagian publik di Tanah Air sedang hangat memperbicangkan ihwal wacana Badan Gizi Nasional (BGN) mempersiapkan skema pembagian ompreng Makan Bergizi Gizi (MBG) ke siswa berbasis kantin sekolah.

Hal ini disampaikan langsung Kepala BGN, Nanik S. Deyang yang menilai pendekatan baru tersebut, merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas layanan maupun sasaran program.

Wacana yang kini tengah menyita perhatian publik setelah adanya pergantian pada pucuk pimpinan BGN yang sebelumnya di bawah kendali pendahulu Nanik, Dadan Hindayana.

BACA JUGA  Antisipasi Kenakalan Remaja Selama Ramadhan, Kapolres Salatiga Binluh Di SMK Saraswati

Pegawai di Lingkup Sekretariat Daerah Trenggalek Lakukan Kerja Bakti di Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026

“Jadi ada beberapa alternatif, intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN,” kata Nanik dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026.

Terkait strategi barunya itu, Nanik menuturkan pihaknya kini tidak ingin terus menerus membangun dapur baru dalam upaya distribusi MBG.

“Kita intinya tidak harus membangun dapur baru, itu prinsipnya,” tegasnya.

BACA JUGA  Komandan Lanal Bandung Hadiri Kegiatan Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat

Proyek Supermarket Jalan Cokro Probolinggo: Ketua DPRD Layangkan Surat Penyetopan, Komisi III Malah Mendukung

“Kita bisa menggunakan dapur-dapur, misalnya kantin sekolah,” ungkap Nanik.

Berkaca dari hal itu, sebenarnya pernah ramai usulan terkait MBG berbasis kantin sekolah di tengah ingar kasus keracunan MBG yang terjadi pada 2025 lalu.

Pembagian MBG Fokus Diurus Sekolah

Secara terpisah, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah pernah menilai pelibatan kantin sekolah dalam program MBG untuk siswa telah diterapkan berbagai negara, seperti China dan Jepang.

BACA JUGA  Desa Kemiri Gubug Diduga Lakukan Mark Up Simak Beritanya

Penerimaan Pajak Hingga Mei Tumbuh 22,1 Persen Jadi Rp834 T, Pemerintah: Bukti Perbaikan Ekonomi di Masyarakat

Berbeda dengan Dapur MBG, Said mengusulkan kantin sekolah cukup fokus mendistribusikan MBG untuk para siswa sekolah.

Gambar 1 Gambar 2