Normalisasi Saluran Avur Demak Ditargetkan Dukung 450 Hektare Sawah

DEMAK || Jatenggayengnews.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau pekerjaan normalisasi saluran avur atau saluran pembuangan air yang melintasi wilayah Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Senin (19/10/2026). Normalisasi tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian seluas kurang lebih 450 hektare.

Peninjauan dilakukan bersama Bupati Demak, Eisti’anah. Saluran avur tersebut memiliki dua fungsi penting, yakni membantu membuang air saat banjir dan mendukung pengairan lahan pertanian pada musim kemarau.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, normalisasi dilakukan untuk memperlancar aliran air yang terhubung dengan Sungai Gemboyo. Dengan kondisi saluran yang lebih baik, petani di wilayah tersebut diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun, sesuai ketersediaan air dan kondisi lahan.

“Ini normalisasi saluran irigasi yang kita teroboskan ke Sungai Gemboyo. Harapannya, nanti di sini bisa terairi, jika sebelumnya hanya bisa sekali tanam, dengan ini harapannya bisa dua atau tiga kali,” ujar Ahmad Luthfi saat peninjauan.

BACA JUGA  BPK Temukan Reklame Bodong, Jepara Terancam Rugi Puluhan Juta

Saluran yang dinormalisasi memiliki panjang total sekitar 1,15 kilometer dan melintasi Desa Klitih serta Desa Dukun. Berdasarkan data per 14 Oktober 2026, pekerjaan di Desa Klitih telah mencapai sekitar 630 meter. Bahkan, petani setempat mulai memanfaatkan aliran air untuk menyemai bibit padi.

Sementara itu, di Desa Dukun, pekerjaan baru mencapai sekitar 80 meter dari target 500 meter. Proses pengerjaan menghadapi kendala kondisi tanah yang lunak sehingga alat berat beberapa kali terjebak lumpur.

Pembiayaan awal normalisasi dialokasikan sebesar Rp39,02 juta untuk operasional alat berat, tenaga kerja, penggalian manual, dan mobilisasi peralatan. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia (BI), Pemerintah Kabupaten Demak, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, serta Pemerintah Desa Klitih dan Desa Dukun.

“Ini kolaborasi antara Pemprov Jateng, Pemkab Demak, BI, sampai Pemerintah Desa, bareng-bareng,” kata Ahmad Luthfi.

BACA JUGA  Kapolres Klaten Pimpin Apel Launching Petugas Siaga Bhayangkara

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa normalisasi dilakukan setelah adanya pemantauan dan laporan dari petugas lapangan serta masyarakat. Menurutnya, lahan pertanian di Desa Klitih dan Desa Dukun yang berpotensi mendapat manfaat dari saluran tersebut mencapai sekitar 450 hektare.

Ia berharap kelancaran aliran air dapat membantu petani melakukan penanaman setidaknya dua kali dalam setahun. Dengan asumsi produktivitas mencapai 5–6 ton per hektare, potensi hasil panen dari lahan tersebut diperkirakan cukup besar apabila pengairan dan faktor pendukung lainnya berjalan baik.

“Ini kerja bersama agar kita bisa menanam. Paling tidak 5–6 ton per hektare, tinggal dikalikan 450 hektare. Jadi bagaimana caranya kita tetap semangat di tengah kondisi iklim seperti ini,” ujar Defransisco. Ia juga mencontohkan pengerukan Sungai Pelayaran pada tahun sebelumnya yang menurutnya memberikan hasil positif.

Kepala Desa Klitih, Firdos, menuturkan bahwa saluran tersebut telah lama menjadi salah satu jalur irigasi untuk mengalirkan air dari Sungai Gemboyo. Namun, saluran kemudian tertutup sedimentasi dan lumpur setelah perbaikan pintu air. Ia berharap normalisasi dapat mengembalikan kelancaran aliran air sehingga kebutuhan pengairan pada musim tanam pertama dan kedua dapat terpenuhi.

BACA JUGA  Malam Pengantar Tugas AKBP Muhammad Purbaya dan Penyambutan Kapolres Demak

“Adanya bantuan normalisasi dari Pak Gubernur ini diharapkan air bisa (kembali) mengalir, sehingga masa tanam pertama dan kedua tidak bermasalah,” katanya.

Melalui normalisasi ini, pemerintah berharap fungsi saluran avur dapat kembali optimal, baik untuk mendukung pengendalian air saat banjir maupun memenuhi kebutuhan irigasi pertanian. Kolaborasi lintas pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pertanian serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Demak.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2