REMBANG || Jatenggayengnews.com – Perbedaan latar belakang dan daerah asal tidak menjadi penghalang bagi personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 untuk bekerja bersama demi kepentingan masyarakat. Di Desa Ngajaran, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Senin (19/10/2026), semangat persaudaraan dan pengabdian terlihat dalam pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan desa.
Memasuki hari ketujuh pelaksanaan TMMD, para personel Satgas terus menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing. Mereka bahu-membahu menyelesaikan sasaran fisik, mulai dari pengerjaan pengecoran jalan hingga pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Di tengah kesibukan tersebut, kebersamaan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan. Setiap personel saling membantu, berkoordinasi, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama, yakni menyukseskan program TMMD serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi personel Satgas, perbedaan daerah asal, kebiasaan, maupun latar belakang bukanlah batas untuk membangun solidaritas. Sebaliknya, keberagaman menjadi kekuatan yang mendorong tumbuhnya sikap saling menghormati, kepedulian, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Semangat tersebut juga tercermin dalam interaksi antara anggota Satgas dan masyarakat setempat. Gotong royong yang terjalin di lokasi pembangunan tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan, tetapi juga membuka ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.
Program TMMD merupakan salah satu bentuk sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah, khususnya di pedesaan. Melalui kegiatan fisik dan pemberdayaan masyarakat, program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas infrastruktur serta kesejahteraan warga.
Di Desa Ngajaran, kerja sama yang terbangun menjadi modal penting untuk mendukung penyelesaian sasaran pembangunan. Jalan yang dibangun diharapkan dapat memperlancar akses transportasi, sedangkan program RTLH ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak.
Lebih dari sekadar menyelesaikan pekerjaan, pelaksanaan TMMD juga menjadi ruang untuk menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, disiplin, dan kepedulian sosial. Pengabdian para personel di tengah masyarakat memperlihatkan bahwa tujuan bersama dapat menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
Melalui TMMD Reguler ke-130, semangat persaudaraan dan gotong royong diharapkan terus terjaga, tidak hanya selama program berlangsung, tetapi juga setelah seluruh kegiatan selesai. Dengan kebersamaan antara TNI dan masyarakat, pembangunan Desa Ngajaran diharapkan dapat berjalan berkelanjutan demi kehidupan warga yang lebih maju dan sejahtera.(Aji/Red)
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






