Jelang Hari Tani 2026, Warga Lawu dan Ungaran Gelar Aksi Tolak Rencana Proyek Geothermal

Tentang Kami27 Dilihat

Jatenggayengnews.com || Semarang – Menjelang peringatan Hari Tani 2026, kelompok masyarakat yang tergabung dalam Jateng Guyub menggelar rangkaian aksi bertajuk “Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan”. Kegiatan tersebut berlangsung pada 22–24 September 2026 dengan membawa sejumlah isu terkait lingkungan hidup dan ruang hidup masyarakat.


Rangkaian aksi diawali dengan lari maraton yang dilakukan warga dari kawasan Gunung Lawu menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang. Dalam keterangan tertulisnya, kelompok Jateng Guyub menyebut jarak yang ditempuh sekitar 150 kilometer, dari wilayah Karanganyar menuju Semarang.


Aksi tersebut sekaligus menjadi bagian dari kampanye penolakan terhadap rencana eksplorasi panas bumi atau geothermal di kawasan Gunung Lawu.


Menurut salah satu koordinator Jateng Guyub, Joko Prianto, masyarakat di lereng Gunung Lawu khawatir rencana proyek tersebut dapat berdampak terhadap lingkungan dan ruang hidup warga. Kekhawatiran serupa juga disampaikan masyarakat di lereng Gunung Ungaran yang turut melakukan aksi jalan kaki menuju Semarang.

BACA JUGA  Pecah Rekor Penonton TikTok, Kapolda Kalteng Teratas Disusul Agus Flores dan Dirtipiter Bareskrim Polri


Joko juga menyebut rencana proyek panas bumi di kawasan Gunung Ungaran berada di wilayah yang dalam data Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) berdekatan dengan kawasan Candi Gedong Songo. Kelompok tersebut juga menyoroti ketergantungan masyarakat sekitar terhadap sumber mata air untuk kebutuhan pertanian dan kehidupan sehari-hari.

Dalam pernyataannya tertulisnya, Kelompok Jateng Guyub menyampaikan bahwa terdapat kekhawatiran mengenai potensi dampak kegiatan geothermal terhadap sumber mata air. Namun, klaim mengenai dampak lingkungan tersebut perlu dikaji berdasarkan kajian lingkungan dan data teknis dari pihak berwenang maupun pemrakarsa proyek.

BACA JUGA  Bupati Kasmarni Terima Undangan Prosesi Buka Lawang dari LAMR Bengkalis

Rangkaian aksi dijadwalkan mencapai puncaknya pada 24 September 2026. Warga dari lereng Gunung Lawu dan Gunung Ungaran yang mengikuti aksi akan bertemu di Kantor Gubernur Jawa Tengah bersama kelompok tani, buruh, nelayan, mahasiswa, serta jaringan masyarakat sipil.

Pertemuan tersebut rencananya digunakan untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait persoalan ruang hidup masyarakat, termasuk dampak pembangunan yang menurut mereka berpotensi memengaruhi lingkungan dan keberlanjutan sektor pertanian.

Jateng Guyub meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang mereka nilai berkaitan dengan ruang hidup masyarakat. Mereka juga mendesak agar proyek-proyek yang dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dihentikan atau dievaluasi.

BACA JUGA  Polres Lumajang Gandeng PSTI Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas di Acara Kopdar

Kelompok tersebut mengaitkan persoalan lingkungan dan ruang hidup dengan isu kedaulatan pangan. Menurut mereka, keberlanjutan lahan pertanian, ketersediaan air, dan lingkungan yang terjaga menjadi bagian penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2