PM-AAS Diperluas, Targetkan Produktivitas Padi Capai 1 Juta Hektare

JAKARTA ||Jatenggayengnews.com– Keberhasilan penerapan program Padi Maksimalisasi Produksi melalui pendekatan PM-AAS di sejumlah daerah mendorong pemerintah memperluas implementasinya secara nasional. Program tersebut dinilai mampu diterapkan pada berbagai kondisi agroekosistem dengan hasil produktivitas yang menjanjikan.

 

Fadjry Djufry mengatakan, PM-AAS merupakan sistem budidaya yang mengintegrasikan berbagai komponen teknologi pertanian dalam satu pola produksi yang saling mendukung.

 

Integrasi tersebut mencakup penggunaan varietas unggul sesuai karakteristik wilayah, penerapan mekanisasi pertanian, pengelolaan unsur hara dan air, serta pendampingan budidaya secara intensif.

 

Menurut Fadjry, sejumlah proyek percontohan yang telah dilaksanakan di berbagai daerah menunjukkan hasil positif. Capaian tersebut menjadi dasar pemerintah untuk memperluas penerapan PM-AAS ke seluruh Indonesia.

 

“Pilot project yang kami lakukan di berbagai daerah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Karena itu, tahun ini PM-AAS mulai diperluas di seluruh Indonesia dengan target penerapan mencapai satu juta hektare,” ujar Fadjry.

BACA JUGA  MTCC UNIMMA Gelar Sekolah Tani Mandiri Digital Marketing

 

Perluasan program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas padi, tetapi juga mendorong efisiensi usaha tani dan meningkatkan pendapatan petani.

 

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut PM-AAS sebagai salah satu strategi Kementerian Pertanian dalam mempercepat peningkatan produksi pangan nasional.

 

Program tersebut dikembangkan melalui penelitian dan pengujian selama hampir dua tahun. Dalam pelaksanaannya, PM-AAS menggabungkan varietas unggul, mekanisasi pertanian, pemupukan berimbang, pengelolaan air, serta pendampingan budidaya.

 

Perpaduan berbagai komponen tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya dan meningkatkan efisiensi dalam kegiatan usaha tani.

 

Petani Sidrap Raih Hasil di Atas Target

 

Penerapan PM-AAS juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti kemampuan petani setempat dalam meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi pertanian.

BACA JUGA  TNI Dampingi Tim Kesehatan Berikan Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat

 

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, hasil panen yang dicapai petani bahkan mampu melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

 

“Alhamdulillah hasilnya over target. Ini membuktikan petani Sidrap mampu menjawab kepercayaan pemerintah,” kata Syaharuddin.

 

Menurutnya, sektor pertanian di Sidrap tetap menunjukkan ketahanan meski wilayah tersebut sempat menghadapi dampak fenomena El Nino.

 

Dari sekitar 52 ribu hektare lahan pertanian di Sidrap, hanya sekitar 1.000 hektare yang terdampak. Sementara sekitar 50 ribu hektare lainnya telah memasuki masa panen.

 

Sebagai bentuk penghargaan terhadap petani berprestasi, Pemkab Sidrap menyiapkan hadiah umrah bagi petani dengan hasil panen tertinggi dari kawasan penerapan PM-AAS seluas 100 hektare.

 

Pemkab Sidrap juga kembali memberikan dukungan terhadap pengembangan PM-AAS dengan cakupan sekitar 10 ribu hektare.

 

Dukungan tersebut berupa penyediaan benih unggul, pupuk urea, pupuk Phonska, silika, pupuk organik, dan dolomit. Bantuan itu diarahkan untuk mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga mencapai 300.

BACA JUGA  Pentingnya Sosialisasi Empat Pilar Dasar Negara Ditahun Politik, Untuk Mewujudkan Persatuan dan Kebersamaan Dalam Keragaman

 

“Kita tidak ingin mengecewakan Menteri Pertanian. Karena hasilnya melampaui target, Sidrap kembali dipercaya mendapatkan bantuan untuk seribu hektare berikutnya,” tegas Syaharuddin.

 

Keberhasilan di Sidrap menjadi salah satu gambaran bahwa penerapan teknologi, modernisasi pertanian, ketersediaan sarana produksi, serta pendampingan intensif dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas padi.

 

Penerapan PM-AAS di berbagai daerah diharapkan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

 

(Arifin)

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2