PURWOREJO || Jatenggayengnews.com – Ada pemandangan menarik di lokasi Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Rabu (5/8/2026). Setelah proses pengecoran jalan rabat beton selesai, personel Satgas TMMD tidak langsung beralih ke pekerjaan berikutnya. Mereka terlebih dahulu melakukan proses yang oleh warga setempat diibaratkan sebagai “mbatik” pada permukaan jalan.
Dengan menggunakan alat sederhana, personel Satgas membuat tekstur pada permukaan beton secara teliti dan merata. Sekilas, gerakan tersebut menyerupai orang yang sedang membatik. Bedanya, media yang dikerjakan bukan kain, melainkan permukaan jalan rabat beton yang masih dalam proses penyelesaian.
Tahapan ini bukan sekadar mempercantik hasil pekerjaan. Tekstur yang dibuat berfungsi meningkatkan daya cengkeram permukaan jalan sehingga tidak terlalu licin ketika dilalui kendaraan maupun pejalan kaki, terutama saat musim hujan.
Salah seorang anggota Satgas TMMD, Serka Agung, mengatakan proses “mbatik” merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas hasil pengecoran.
“Mbatik di jalan ini bukan sekadar membuat pola, tetapi untuk memberikan tekstur pada permukaan beton agar tidak terlalu licin saat digunakan masyarakat. Selain itu, hasil pengecoran juga menjadi lebih rapi,” ujarnya.
Proses tersebut dilakukan setelah pengecoran dan perataan beton selesai. Setiap bagian dikerjakan dengan cermat agar tekstur yang dihasilkan merata dan sesuai standar, sehingga jalan tidak hanya kuat secara konstruksi, tetapi juga aman dan nyaman digunakan.
Bagi Satgas TMMD, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kecepatan penyelesaian pekerjaan, tetapi juga dari kualitas hasil yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, setiap tahapan dikerjakan dengan penuh ketelitian dan rasa tanggung jawab.
Kegiatan “mbatik” jalan menjadi bukti bahwa pembangunan melalui TMMD mengedepankan kualitas sekaligus keselamatan pengguna jalan. Dari proses pengecoran hingga tahap akhir penyempurnaan, seluruh pekerjaan dilakukan dengan semangat gotong royong demi menghadirkan akses jalan yang lebih baik bagi masyarakat Desa Watuduwur.
Program TMMD Reguler ke-129 kembali membuktikan bahwa membangun desa bukan hanya mengandalkan material dan alat berat, tetapi juga ketelitian, kerja keras, serta kepedulian untuk memberikan hasil terbaik bagi masyarakat.






