Purworejo||Jatenggayengnews.com – Pembangunan jalan rabat beton dalam Program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, tidak hanya mengandalkan tenaga personel Satgas dan semangat gotong royong warga. Di balik proses pengecoran yang terus berjalan, pasokan air menjadi kebutuhan utama yang harus tersedia setiap hari.
Untuk mendukung pekerjaan tersebut, sekitar 8.000 liter air disuplai setiap harinya. Air digunakan dalam proses pencampuran material beton agar kualitas jalan yang dibangun tetap terjaga dan pekerjaan dapat berlangsung sesuai rencana.
Meski medan menuju lokasi pembangunan cukup menantang, distribusi air hingga kini berjalan lancar. Mobil tangki pengangkut air datang secara rutin sehingga proses pengecoran tidak pernah terhenti akibat kekurangan pasokan.
Kaur Keuangan Desa Watuduwur, Syawal, mengatakan kebutuhan air yang besar menjadi salah satu hal yang selalu diprioritaskan selama pelaksanaan TMMD.
“Setiap hari kami membutuhkan sekitar 8.000 liter air untuk pengecoran. Syukurlah, distribusinya berjalan lancar sehingga pekerjaan bisa terus dilaksanakan tanpa hambatan,” ujarnya.
Ia menilai kelancaran pasokan air merupakan hasil koordinasi yang baik antara pemerintah desa, Satgas TMMD, dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaan kebutuhan di lapangan. Dukungan tersebut membuat proses pembangunan dapat terus berlangsung sesuai target.
Dengan kebutuhan logistik yang terpenuhi, termasuk pasokan air setiap hari, pembangunan jalan rabat beton di Desa Watuduwur diharapkan rampung tepat waktu sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan meningkatkan akses perekonomian desa.






