Semarang||Jatenggayengnews _Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Semarang menghadapi tantangan serius setelah sejumlah petugas lapangan memilih mengundurkan diri. Penyebab utamanya adalah beban kerja di lapangan yang dinilai lebih berat dari perkiraan.
Kondisi tersebut berdampak pada progres pendataan yang hingga kini baru mencapai 38 persen, masih di bawah target 40 persen. Pemerintah Kota Semarang mengakui kendala ini menjadi salah satu faktor yang memperlambat proses sensus.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, berharap seluruh pihak dapat bekerja sama agar target pendataan dapat tercapai sebelum masa sensus berakhir. Pemkot juga terus berupaya mencari solusi agar pelaksanaan sensus berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.






