Ponpes di Mesuji Dibakar Massa Usai Isu Pencabulan

Nasional85 Dilihat

MESUJI || jatenggayengnews.com – Sebuah pondok pesantren di Mesuji dibakar massa pada Sabtu malam (9/5/2026) setelah muncul dugaan kasus pencabulan yang menyeret pimpinan ponpes setempat.

Peristiwa tersebut membuat suasana di sekitar lokasi mencekam. Massa yang marah mendatangi area pondok pesantren usai beredar isu bahwa pimpinan ponpes diduga melakukan tindakan pencabulan.

Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari, mengatakan warga sebelumnya telah meminta pimpinan pondok pesantren meninggalkan lokasi.

BACA JUGA  Jawa Tengah Perkuat Program Swasembada Pangan untuk Dukung Ketahanan Nasional

“Dari serangkaian penyelidikan massa ini meminta pemilik ponpes ini untuk tidak lagi ada di ponpes tersebut. Mereka menyatakan bahwa pimpinan ponpes ini melakukan pencabulan,” kata Yuni, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, situasi sempat mereda setelah warga memberikan waktu kepada pimpinan ponpes untuk pergi dari lingkungan pesantren. Namun, kondisi kembali memanas setelah warga mengetahui yang bersangkutan masih berada di lokasi.

BACA JUGA  SPBU Rica Bantah BBM Tercampur Air Usai Keluhan Warga

“Sudah diberikan waktu namun rupanya massa ini terus memantau kondisi di sana dan mendapati bahwa pemilik ponpes masih bertahan di sana hingga akhirnya massa yang marah langsung melakukan perusakan dan pembakaran,” jelasnya.

Aksi massa kemudian berujung pada perusakan dan pembakaran bangunan pondok pesantren. Polisi bergerak setelah kejadian berlangsung dan telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam aksi anarkis tersebut.

BACA JUGA  BMKG Peringatkan Ancaman Bencana di Jateng

Hingga kini, Polda Lampung masih melakukan penyelidikan untuk mendalami dugaan kasus pencabulan maupun aksi perusakan dan pembakaran pondok pesantren itu.

Gambar 1 Gambar 2