Sragen||Jatenggayengnews.com – Malam di Dukuh Terikkalang, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Senin (18/5/2026), terasa berbeda.
Di bawah temaram lampu sederhana yang menggantung di halaman rumah warga, suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kebersamaan antara masyarakat dan Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen.
Menjelang berakhirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), warga bersama anggota Satgas menggelar silaturahmi dan ramah tamah sederhana yang sarat makna. Hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 02/Karangmalang, Lettu Arh Ifa Aiwan Kristono, yang turut membaur bersama masyarakat dalam suasana penuh keakraban.
Tak ada sekat antara prajurit TNI dan rakyat, Mereka duduk bersisian menikmati hidangan sederhana, menyeruput kopi hangat, serta bercengkerama diiringi alunan musik warga yang menambah syahdu malam perpisahan itu. Tawa, canda, dan rasa haru menyatu menjadi kenangan yang akan sulit dilupakan.
Bagi warga Desa Puro, TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik. Kehadiran anggota Satgas selama hampir satu bulan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Mereka ikut bergotong royong, membantu aktivitas warga, hingga menjalin hubungan emosional yang begitu dekat dengan masyarakat.
Dalam sambutannya, Danramil 02/Karangmalang Lettu Arh Ifa Aiwan Kristono menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung penuh pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen.
“TMMD bukan hanya membangun jalan, talud, RTLH , Sumur bor dan Jamban serta fasilitas pembangunan non Fisik lainnya. Lebih dari itu, TMMD membangun hati, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan kemanunggalan TNI bersama rakyat,” ujarnya.
Ungkapan tersebut seolah menjadi gambaran nyata suasana yang tercipta malam itu. Kehadiran Satgas TMMD tidak hanya menghadirkan perubahan pembangunan desa, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Ketua RT 18 Dukuh Terikkalang, Edi Purwanto, mengaku warga merasa kehilangan dengan akan berakhirnya program TMMD.
“Kami merasa senang dan bangga bisa dekat dengan bapak-bapak TNI. Mereka bukan hanya bekerja membangun desa, tetapi juga hadir sebagai keluarga bagi warga,” ungkapnya penuh haru.
Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen sendiri telah membawa dampak besar bagi masyarakat Desa Puro. Infrastruktur desa yang sebelumnya sulit dilalui kini berubah menjadi lebih baik dan nyaman digunakan.
Akses masyarakat semakin lancar, aktivitas ekonomi lebih mudah, dan semangat kebersamaan warga kembali tumbuh kuat.
Namun di balik pembangunan jalan dan talud yang kini berdiri kokoh, tersimpan warisan yang jauh lebih bermakna , tumbuhnya rasa persaudaraan antara TNI dan rakyat.
Menjelang penutupan TMMD, malam kebersamaan di Terikkalang menjadi bukti bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil pembangunan fisik semata, melainkan juga dari kuatnya ikatan hati yang terbangun selama pengabdian.
Dari sebuah dusun kecil di Kabupaten Sragen, semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali menyala, menjadi energi besar untuk membangun Indonesia dari pelosok negeri.
(Sutardi)







