jatenggayengnews.com – Pembangunan Jembatan Cisolok–Cibareno yang telah rampung pada Oktober 2025 dan kini digunakan masyarakat, disebut masih menyisakan persoalan terkait pembayaran dana talangan dan upah pekerja proyek.
Informasi tersebut disampaikan seorang mantan karyawan proyek berinisial KEJ dari perusahaan pelaksana PT Galih Medan Persada KSO PT Padi Raya Cemerlang kepada awak media, Minggu (11/5/2026).
Menurut KEJ, sejumlah dana talangan yang sebelumnya dikeluarkan karyawan lapangan untuk mendukung operasional proyek hingga kini diklaim belum mendapatkan penggantian dari pihak perusahaan.
“Di antaranya pembayaran time sheet dan lembur operator excavator yang sebelumnya ditalangi oleh karyawan lapangan,” ujarnya.
Ia mengaku telah melakukan konfirmasi kepada bagian keuangan perusahaan melalui aplikasi WhatsApp saat perusahaan masih berkantor di wilayah Cisolok, dan menurutnya pihak perusahaan membenarkan adanya kewajiban pembayaran tersebut.
KEJ menyebut proyek pembangunan sembilan jembatan dari wilayah Cibareno hingga Ciujung itu memiliki nilai anggaran sekitar Rp140 miliar dan disebut telah dibayarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Ia juga mengungkapkan kekecewaannya lantaran dana pribadi yang digunakan untuk membantu kelancaran proyek diklaim belum dikembalikan.
“Dibantu menyelesaikan proyek, malah dana talangan yang dikeluarkan karyawan tidak kunjung dibayarkan,” katanya.
Adapun total dana yang disebut belum dibayarkan mencapai sekitar Rp476 juta, meliputi pembayaran di sejumlah wilayah proyek, biaya operasional, sewa water barrier, hingga uang makan operator alat berat.
KEJ berharap PT Galih Medan Persada KSO PT Padi Raya Cemerlang segera menyelesaikan kewajiban pembayaran terhadap para pekerja dan pihak terkait yang telah membantu proyek menggunakan dana pribadi.
Ia juga meminta perhatian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar dapat memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut karena menurutnya masih ada hak-hak pekerja yang belum dipenuhi.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan disebut belum memberikan tanggapan resmi. Media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan terkait persoalan tersebut.






