BREBES || jatenggayengnews.com – Manajemen SMA Negeri 3 Brebes memberikan klarifikasi menyeluruh terkait dinamika kegiatan akhir tahun ajaran 2025/2026. Sekolah menegaskan bahwa seluruh agenda, mulai dari tasyakuran perpisahan hingga studi lapangan, merupakan hasil sinergi antara aspirasi siswa dan penguatan kurikulum pendidikan.
Kepala sekolah Adi Priyono melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Firman, menjelaskan bahwa kegiatan perpisahan kelas XII sepenuhnya merupakan inisiatif siswa. Hal ini menyusul kebijakan sekolah yang tidak menggelar wisuda formal secara kedinasan.
“Perpisahan tahun ini diadakan atas inisiatif siswa sendiri. Dari total sekitar 360 siswa, sebanyak 299 anak telah menyatakan kesediaan partisipasi dengan iuran yang disepakati sebesar Rp180.000 per siswa,” ujar Firman, Jumat (10/4/2026).
Ia menegaskan, tidak ada unsur paksaan dalam penarikan iuran tersebut. Menurutnya, nominal biaya merupakan hasil musyawarah internal siswa untuk membiayai kegiatan mereka sendiri.
“Kami mewajibkan adanya proposal dan laporan pertanggungjawaban (SPJ) yang transparan. Ini sebagai edukasi tata kelola organisasi agar dana siswa dapat dipertanggungjawabkan secara jelas,” tambahnya.
Selain kegiatan perpisahan, sekolah juga menyiapkan program outing class bagi siswa kelas X dan XI sebagai bagian dari penguatan akademik. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Kartono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bersifat kokurikuler.
“Siswa diajak mengunjungi situs sejarah untuk mengonfirmasi teori di kelas. Khusus kelas XI, agenda difokuskan pada orientasi pendidikan tinggi, seperti kunjungan ke Universitas Gadjah Mada untuk mengenal atmosfer akademik kampus,” jelasnya.
Tak hanya itu, siswa juga direncanakan mengunjungi instansi hukum seperti pengadilan guna melihat langsung proses persidangan dan peran aparat penegak hukum.
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah memastikan seluruh kegiatan telah sesuai dengan regulasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, termasuk pengajuan izin berjenjang karena kegiatan melibatkan agenda menginap di wilayah Yogyakarta.
Firman menambahkan, kegiatan ini tetap mengedepankan prinsip sukarela dan inklusif.
“Dari 360 siswa kelas XI, sekitar 270 siswa siap berangkat. Bagi yang tidak ikut karena alasan ekonomi atau izin orang tua, tetap mendapatkan hak akademik yang sama,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa siswa yang mengikuti kegiatan dibekali lembar kerja lintas mata pelajaran, sementara siswa yang tidak berangkat tetap mendapatkan tugas alternatif berbasis observasi di wilayah Brebes, Tegal, maupun Pemalang.
Menutup keterangannya, Adi Priyono menegaskan komitmen sekolah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi siswa, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.
“Kami hanya memfasilitasi dan mendampingi agar siswa memiliki momen berharga setelah tiga tahun bersekolah. Ini bagian dari pelayanan kami agar mereka memiliki kenangan positif sekaligus pembelajaran organisasi yang baik,” pungkasnya.






