BGN Minta Warga Laporkan Menu MBG Tak Layak

SEMARANG || jatenggayengnews.com – Masyarakat diminta aktif melaporkan jika menemukan menu makanan yang tidak layak dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Laporan tersebut dapat disampaikan kepada Badan Gizi Nasional sebagai bagian dari pengawasan publik terhadap program yang menyasar para siswa di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pelaksanaan MBG di Gedung Gradhika Bakti Praja, kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026).

Menurut Nanik, pihaknya tidak anti kritik terhadap program unggulan pemerintah tersebut. Ia justru menilai partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa tetap sesuai standar gizi.

“Kami sangat terbantu kalau masyarakat mengunggah menu yang diterima siswa, namun mohon sertakan informasi lengkap seperti sekolahnya di mana, SPPG desa mana, kecamatan dan kabupaten mana. Hari itu juga kami tindak lanjuti,” tegasnya.

BACA JUGA  Kudus Gelar Festival Difabel dan Peringatan Hari Disabilitas

Program MBG saat ini dijalankan melalui jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tersebar di berbagai daerah. Hingga kini, jumlah dapur MBG yang telah beroperasi secara nasional tercatat lebih dari 24 ribu unit.

Pemerintah bahkan menargetkan jumlah dapur MBG akan terus bertambah hingga sekitar 30 ribu dapur guna menjangkau lebih banyak siswa di seluruh Indonesia.

Namun, pengawasan program menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, jumlah pengawas resmi yang dimiliki BGN sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah dapur yang harus dipantau.

“Kita punya pengawas hanya 70 orang di BGN. Bagaimana mau mengawasi 30 ribu dapur nanti? Sekarang saja sudah 24 ribu dapur,” ungkap Nanik.

BACA JUGA  Oknum Polhutmob Diduga Terlibat Judi Dadu Koprok di Jepara, Warga dan Media Desak Tindakan Tegas

Karena itu, keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa tetap layak, higienis, dan sesuai standar gizi.

Nanik juga mengingatkan agar laporan yang disampaikan masyarakat benar-benar berdasarkan fakta dan disertai keterangan lengkap. Ia meminta warga tidak menyebarkan kembali video lama yang tidak relevan dengan kejadian terbaru.

“Tolong disebutkan lengkap alamatnya di mana, SPPG-nya di mana, kapan kejadian itu terjadi. Jangan video yang sudah lama kemudian diviralkan lagi. Kalau seperti itu berarti ada tujuan lain,” katanya.

BGN memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap dapur MBG yang terbukti melanggar standar pelayanan makanan. Sanksi dapat berupa penghentian operasional sementara hingga penutupan dapur yang bermasalah.

BACA JUGA  Inilah Pesan Bhabinkamtibmas Polsek Sidomukti Ke Pedagang Agar Tidak Menjual Ayam Tiren

“Kalau menunya tidak benar, kita suspend dapurnya. Kita tutup dapurnya,” tegas Nanik.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, khususnya siswa sekolah. Program ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah gizi buruk sekaligus meningkatkan konsentrasi belajar siswa melalui penyediaan makanan sehat setiap hari.

Adapun masyarakat yang ingin menyampaikan aduan terkait program MBG dapat menghubungi call center 127 SAGI (Sentra Aduan Gizi Interaktif), melalui situs resmi bgn.lapor.go.id, atau hotline WhatsApp 088293800268 dan 088293800376 yang beroperasi selama 24 jam.

Pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam menyampaikan laporan dapat menjadi instrumen pengawasan tambahan agar program MBG berjalan sesuai tujuan serta memberikan manfaat nyata bagi para siswa.