DEMAK || Jatenggayengnews.com- Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diklaim menjadi prioritas pembangunan tanggul laut atau sabuk pantai giant sea wall yang telah diusulkan ke Pemerintah Pusat.
Langkah ini sebagai penanganan banjir rob menahun di pesisir Demak yang terus mengikis pemukiman warga.
Bupati Demak, Eisti’anah mengatakan, dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Jateng, pekan kemarin, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maemon siap mengawal rencana pembangunan tersebut.
“Statement dari Pak Wagub, siap mengawal, itu, insya Allah,” kata Eisti’anah, usai menghadiri acara di Hotel Amantis Demak, Sabtu (9/2/2026).
“Beberapa waktu yang lalu badan otorita dari pusat juga ke Demak memastikan nanti penanganan giant sea wall dimulai titiknya pertama di Kabupaten Demak,” ujarnya.
Dia tidak merinci waktu pasti pembangunan, namun pembangunan akan dimulai tahun ini dengan anggaran Rp 10 miliar dan berkonsep hybrid sea wall.
“Jadi untuk hybrid sea wall yang dilakukan di tahun 2026 itu yang dilakukan oleh provinsi titik penanaman mangrove, sepanjang di anggaran Rp 10 miliar terdahulu,” paparnya
Dampak Terparah Abrasi
Eisti’anah mengungkapkan, selama ini Demak menjadi wilayah terparah terdampak banjir rob efek dari reklamasi di Kota Semarang dan proyek tol.
Untuk itu, ia memastikan pembangunan giant sea wall akan dimulai dari Demak.
“Tapi untuk konsep giant sea wall-nya dipastikan di Demak terdahulu, karena memang kemarin disampaikan efek dari tol laut ini kemudian ada reklamasi di Kota Semarang kering, tetapi efeknya ke Demak,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pembangunan giant sea wall di Jepara maupun daerah lain akan dilakukan setelah Demak.
“Makanya dari badan otorita dikawal sendiri oleh Pak Wagub, itu memang diutamakan di Demak dahulu, ke Jepara, habis itu baru ke Kendal, ke Pemalang,” kata dia menegaskan.
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






