Mengenal Lebih Dekat Bale Mentaram Dari Model hingga Filosofi Penamaan

Tentang Kami281 Dilihat

KOTA MATARAM || Jatenggayengnews.com– Pembangunan kantor baru Wali Kota Mataram yang diberi nama Bale Mentaram kini menjadi perhatian publik.

Arsitekturnya yang unik tampil beda dari bangunan pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada umumnya.

Konsep bangunan yang menonjolkan kesan modern layaknya gedung-gedung di kota metropolitan ini rupanya menyimpan filosofi mendalam, baik dari segi penamaan maupun model bangunannya.

Alasan di Balik Nama Bale Mentaram

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunLombok.com, pemilihan nama Bale Mentaram dilakukan untuk menonjolkan identitas lokal Sasak yang berarti “Rumah”, alih-alih menggunakan istilah gedung.

Hal ini bertujuan agar pesan kearifan lokal tetap terasa kuat.

BACA JUGA  Tanamkan Kedisiplinan, TNI Koramil 03/Serengan Latih PBB Siswa SMPN 22 Surakarta

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiyahning, menyebutkan, pemilihan nama pusat pemerintahan Ibu Kota Provinsi NTB ini sangat krusial untuk menjaga identitas daerah.

“Kenapa harus nama Bale Mentaram? Karena muatan lokalnya ada di situ. Masa Gedung Mentaram? Kan tidak nyambung. Jadi, kita beri nama itu untuk mengakomodasi muatan lokal,” ucap Lale, Jumat (9/1/2026).

Meskipun terlihat modern, unsur budaya tidak dihilangkan sepenuhnya. Ornamen songket yang disematkan pada bangunan tersebut menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai lokal tetap diakomodasi secara detail.

BACA JUGA  Ribuan Warga Saksikan Kirab Kenal Pamit Taruna Akpol, Kapolrestabes Sampaikan Harapan

Berbeda dengan bangunan di kabupaten lain yang kental dengan gaya klasik seperti kubah atau lumbung, Bale Mentaram tampil dengan bentuk kotak minimalis.

Desain ini dipilih untuk mencerminkan perkembangan zaman saat ini dan masa depan.

Alasan utama di balik model bangunan yang cenderung polos dan tidak menggunakan simbol etnis tertentu adalah kondisi demografis Kota Mataram yang sangat heterogen.

Sebagai ibu kota provinsi, Mataram menjadi titik temu berbagai suku, ras, dan budaya.

Lale menjelaskan desain modern ini merupakan upaya untuk merangkul keberagaman dengan meminggirkan ego kelompok tertentu.

BACA JUGA  Tempat Usaha Pembuatan Kerupuk di Pengkol Jepara Dilalap Si Jago Merah

“Bale Mentaram tidak menggunakan desain lumbung karena kita heterogen di sini. Kita mencoba meminggirkan (ciri khas kesukuan) dulu, tetapi kesan muatan lokalnya tetap jelas ada di situ,” jelas Lale.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2