REMBANG || jatenggayengnews.com – Peringatan Haul Mbah Dowo Tahun 2026 di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, kembali menjadi agenda keagamaan yang menyatukan seluruh lapisan masyarakat. Sejak awal rangkaian hingga puncak acara, kegiatan berlangsung khidmat dan sarat nilai kebersamaan.
Puncak haul yang digelar pada Kamis malam (29/01/2026) di Lapangan Desa Tegaldowo menghadirkan Sayyid Zulfikar, qori’ internasional asal Jawa Timur. Kehadirannya menjadi daya tarik utama pengajian umum yang dihadiri Kepala Desa Tegaldowo Kundari, SE, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah dari berbagai dukuh.
Sebelum mencapai puncak acara, rangkaian haul telah diisi dengan Qodmil Qur’an di makam Mbah Dowo, tokoh yang diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Desa Tegaldowo. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergilir oleh jamaah perempuan dan jamaah laki-laki dari setiap dukuhan yang ada.
Qodmil Qur’an dimulai pada Jumat (23/1/2026). Jamaah perempuan dari Dukuh Karanganyar mengawali pembacaan Al-Qur’an pada sore hari ba’da Ashar, dilanjutkan jamaah laki-laki pada malam harinya ba’da Isya. Pola pelaksanaan ini terus berlanjut pada hari-hari berikutnya oleh Dukuh Nglencong, Ngelo, Dukoh, Tegaldowo, hingga Dukuh Ngablak sebagai penutup.
Selain pembacaan bergilir per dukuh, panitia juga menggelar Qodmil Qur’an bersama yang melibatkan seluruh jamaah laki-laki se-Desa Tegaldowo pada siang hari ba’da Dzuhur, serta jamaah perempuan pada sore hari ba’da Ashar. Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya kekompakan dan partisipasi warga dalam menjaga tradisi keagamaan.
Sekretaris Desa Tegaldowo sekaligus panitia haul, Gatot, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda rutin yang terus dilestarikan. Menurutnya, haul bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan bentuk penghormatan kepada Mbah Dowo serta sarana mempererat silaturahmi masyarakat.
“Haul Mbah Dowo adalah wujud kecintaan kami kepada para pendahulu desa. Harapannya, nilai perjuangan dan kebersamaan yang diwariskan dapat terus hidup dan membawa manfaat bagi masyarakat Tegaldowo dan sekitarnya,” ungkap Gatot.
Rangkaian kegiatan di area makam ditutup dengan pengajian umum dan tahlil bersama yang diisi mauidhoh hasanah oleh KH Musthofa dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Suasana khusyuk mewarnai doa bersama yang diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan.
Pada malam puncak haul, suasana semakin khidmat saat Sayyid Zulfikar melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdu, disusul ajakan bersholawat yang diiringi Hadroh Majelis Shalawat Al Huda Desa Tegaldowo. Lantunan tersebut mengundang kekhusyukan jamaah yang larut dalam doa dan sholawat.
Pengajian umum juga diisi mauidhoh hasanah oleh KH Nur Yanto (Modin Gendeng) dari Kabupaten Pati, yang menekankan pentingnya menjaga persatuan, meneladani perjuangan para pendahulu, serta memperkuat keimanan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tegaldowo Kundari, SE, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berperan aktif menyukseskan Haul Mbah Dowo Tahun 2026.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh warga Tegaldowo yang dengan penuh semangat, tanpa kenal lelah, ikut terlibat dalam setiap rangkaian kegiatan haul hingga acara puncak dapat berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.
Melalui peringatan Haul Mbah Dowo, masyarakat Tegaldowo berharap tradisi religius ini terus terjaga sebagai sarana memperkuat ukhuwah, memperdalam nilai spiritual, serta mewujudkan desa yang tentram, makmur, dan penuh keberkahan.
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






