Lima Pelajar Hilang Terseret Arus Sungai Lusi

BLORA || jatenggayengnews.com — Delapan pelajar perempuan dari sebuah boarding school Muhammadiyah dilaporkan hanyut di Sungai Lusi, wilayah Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora Kota. Dari jumlah tersebut, tiga pelajar berhasil diselamatkan, sementara lima lainnya masih dalam pencarian. (10/12/25)

Pantauan di lapangan pada pukul 09.00 menunjukkan petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Blora, Kepolisian, dan TNI terus melakukan penyisiran di beberapa titik sepanjang aliran sungai. Sejumlah personel bahkan turun langsung berenang untuk menelusuri arus Sungai Lusi yang saat ini diketahui cukup deras.

Saksi mata, Adit, menceritakan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 06.00.

“Ada anak-anak bermain di bantaran sungai. Mereka mendekati air, lalu tiba-tiba ada jeritan-jeritan minta tolong,” ungkapnya.

Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung mendekat untuk memberikan pertolongan. Upaya cepat tersebut berhasil menyelamatkan tiga pelajar, meski dalam kondisi belum sadar dan masih mengalami trauma.

BACA JUGA  Kapolres Boyolali hadiri rapat pleno persiapan Hari Desa Nasional 2026

Kapolsek Blora Kota, AKP Rustam, membenarkan bahwa seluruh korban adalah pelajar perempuan.

“Mereka siswa dari boarding school Muhammadiyah. Sedang berkunjung ke rumah ustaznya yang berada di perumahan dekat sini,” jelas Rustam.

Menurutnya, para siswa diduga berjalan menuju tepian sungai dan bermain di sekitar lokasi tersebut. Informasi dari warga menyebutkan bahwa aktivitas kunjungan ke rumah ustaz itu memang kerap terjadi, bahkan beberapa kali digunakan untuk kegiatan perkemahan.

“Mereka berkunjung ke tempat ustaz, lalu bermain di Sungai Lusi,” tambahnya.

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap lima pelajar yang belum ditemukan.

“Terpeleset atau apa masih belum tahu. Tiga yang ditemukan belum sadar dan masih trauma, sehingga belum bisa dimintai keterangan,” ujar Rustam.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak bermain di sungai, embung, maupun area sekitarnya, terutama selama musim hujan. Selain arus yang deras, kondisi bantaran sungai dan tepian embung juga sangat licin dan berbahaya.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2