Kades Neglasari Bakar Kantor Desa, Takut Audit Dana

Nasional292 Dilihat

TASIKMALAYA || jatenggayengnews.com – Kantor Desa Neglasari, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, hangus terbakar dan kini hanya menyisakan dinding dengan atap terbuka. Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Sabtu (18/1/2020) sekitar pukul 02.30 WIB dan sempat menghebohkan warga sekitar karena api dengan cepat melalap hampir seluruh bangunan.

Dari hasil penyelidikan, kebakaran tersebut dipastikan bukan peristiwa biasa. Polisi menyatakan api sengaja dinyalakan untuk menghilangkan sejumlah dokumen penting desa. Kapolres Tasikmalaya AKBP Doni Eka Putra mengungkapkan, pelaku pembakaran adalah Kepala Desa Neglasari sendiri, Wowon Gunawan, bersama kakaknya, Budiman.

“Dari hasil penyelidikan Puslabfor Mabes Polri, diketahui pelaku pembakaran adalah Wowon Gunawan bersama Budiman. Keduanya menggunakan salah satu jenis bahan bakar minyak,” kata Doni Eka Putra, Selasa (18/2/2020).

BACA JUGA  Capaja AAU Pamit, Sri Paduka Tekankan Jaga Kepercayaan Rakyat

Menurut Doni, motif pembakaran diduga kuat berkaitan dengan upaya menghilangkan berkas yang berhubungan dengan penyelewengan dana desa. Pasalnya, dalam waktu dekat pemerintah akan melakukan audit penggunaan dana desa di Neglasari.

“Diduga kantor desa dibakar untuk memusnahkan berkas-berkas yang berkaitan dengan dana desa. Ide awalnya dari Budiman karena adiknya selalu mengeluh ketakutan diperiksa tim audit,” ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 187 KUHP tentang pembakaran dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Saat ini, keduanya telah ditahan oleh pihak kepolisian.

BACA JUGA  Kasatlantas Polres Kudus Gelar Oprasi Balik Mudik Gratis

Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Neglasari, Sani Junan Hudaya, mengatakan bahwa sebelum kejadian kebakaran, warga telah beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa menuntut transparansi anggaran desa. Aksi tersebut berlangsung sejak 2015 hingga 2019.

“Kami sudah berulang kali demo menuntut transparansi penggunaan dana desa sejak 2015 sampai 2019. Banyak proyek pembangunan senilai sekitar Rp2,1 miliar yang tidak jelas,” kata Sani.

Hal senada disampaikan Camat Jatiwaras, E. Mawardi. Ia menyebut, sebelum kebakaran terjadi, warga sempat melakukan dua kali aksi unjuk rasa besar-besaran ke kantor desa.

“Sebelum kejadian, ada dua aksi demo warga pada 6 dan 8 Januari. Mereka menuntut keterbukaan anggaran desa, dan semua aksi berjalan kondusif,” tutur Mawardi.

BACA JUGA  Dapur SPPG Kabat Resmi Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis

Akibat kebakaran tersebut, seluruh dokumen kependudukan dan administrasi pemerintahan Desa Neglasari hangus terbakar. Pemerintah daerah kini berupaya melakukan pendataan ulang agar pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan.

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2