Istri Dituduh Transgender, Presiden Macron Gugat Podcaster AS

Tentang Kami388 Dilihat

Delaware || Jatenggayengnews.com- Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte Macron, resmi mengajukan gugatan perdata terhadap tokoh konservatif Amerika Serikat, Candace Owens, atas tuduhan pencemaran nama baik.

Gugatan tersebut didaftarkan di Pengadilan Tinggi Delaware pada Rabu, 23 Juli 2025, waktu setempat.

Dalam berkas gugatan, pasangan Macron menuding Owens melancarkan kampanye penghinaan berskala global dengan tujuan mempromosikan podcast miliknya serta memperbesar basis pengikutnya yang digambarkan sebagai kalangan fanatik.

Mereka menyebut Owens telah menyerang fisik, kehidupan rumah tangga, dan latar belakang pribadi keluarga Macron dengan narasi yang menurut mereka jahat dan merendahkan.

Macron dan istrinya juga menegaskan bahwa tudingan tersebut telah menyebabkan perundungan secara luas terhadap keluarga mereka di ruang publik.

Lewat kuasa hukum, mereka menjelaskan bahwa sebelumnya sudah memberikan tiga kesempatan kepada Owens untuk mencabut ucapannya, namun semuanya diabaikan.

BACA JUGA  Rano Karno Soal Food Station Tjipinang Terseret Beras Oplosan: Kalau Salah, Tindak! Nggak Ada Urusan!

Owens diketahui menjadi sorotan setelah merilis serial podcast berjudul “Becoming Brigitte” yang terdiri dari delapan episode.

Dalam serial itu, Owens mengeklaim bahwa Brigitte Macron adalah seorang pria bernama Jean-Michel Trogneux yang mencuri identitas saudaranya dan menjalani transisi gender.

Ia juga menuduh pasangan Macron memiliki hubungan sedarah, serta menyebarkan teori bahwa Presiden Macron menjadi pemimpin Prancis berkat operasi rahasia yang dirancang oleh CIA.
Menurut pihak Macron, seluruh pernyataan itu sepenuhnya tidak berdasar dan telah merusak reputasi mereka di mata publik internasional.

Gugatan tersebut memuat 22 tuduhan terhadap Owens dan menuntut ganti rugi dalam jumlah yang tidak dirinci secara spesifik.

Sebelumnya, Brigitte Macron pernah memenangkan gugatan pencemaran nama baik di pengadilan Prancis pada tahun 2023, namun keputusan itu dibatalkan oleh pengadilan banding pada bulan ini dan kini tengah diajukan ke tingkat kasasi.

BACA JUGA  Polres Kebumen Bagikan Takjil kepada Pengguna Jalan di Tugu Lawet

Isu mengenai identitas gender Brigitte sebenarnya telah beredar sejak 2021, dan sempat diangkat dalam beberapa podcast konservatif berpengaruh seperti yang dipandu oleh Tucker Carlson dan Joe Rogan.
Menanggapi gugatan ini, Owens mengatakan bahwa hal tersebut merupakan upaya menjatuhkan dirinya dan menyebut isi gugatan banyak mengandung ketidakakuratan.

Melalui siaran podcast terbarunya, Owens juga mengaku tidak mengetahui bahwa gugatan akan diajukan, meskipun komunikasi antara kuasa hukum kedua belah pihak sudah berlangsung sejak Januari.

Juru bicara Owens menyebut langkah hukum ini sebagai bentuk serangan dari pemerintah asing terhadap kebebasan pers warga Amerika Serikat dan menyamakan gugatan ini dengan bentuk intimidasi terhadap jurnalisme independen.

BACA JUGA  Kanit PPA Polres Subulussalam Diduga Langgar Kode Etik Kepolisian

Kasus gugatan ini dinilai langka karena melibatkan pemimpin negara asing yang menggugat individu di Amerika Serikat atas tuduhan pencemaran nama baik.

Dalam sistem hukum AS, tokoh publik seperti Presiden Macron dan istrinya harus dapat membuktikan adanya unsur niat jahat dari pihak tergugat—yakni menunjukkan bahwa Owens mengetahui pernyataannya salah atau menunjukkan pengabaian terhadap kebenaran.(*)

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2